Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Indonesia Didorong Jadi Pelopor Kurikulum Internasional dan Universitas D-8 oleh Pakar Hubungan Internasional

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Indonesia Didorong Jadi Pelopor Kurikulum Internasional dan Universitas D-8 oleh Pakar Hubungan Internasional
Foto: (Sumber: PPengamat Hubungan Internasional dari Universitas Padjajaran Prof. Teuku Rezasyah. ANTARA/Katriana/pri..)

Pantau - Pakar hubungan internasional Teuku Rezasyah menilai bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk mendorong kepentingan nasionalnya melalui penguatan kerja sama pendidikan antarnegara anggota Developing-8 (D-8).

Penguatan Kurikulum STEM dan Kemandirian Teknologi

Salah satu langkah strategis yang disarankan adalah penyiapan kurikulum bertaraf internasional dari jenjang pendidikan dasar hingga perguruan tinggi.

"Kurikulum yang dipersiapkan adalah Science, Technology, Engineering, Mathematics (STEM) yang memiliki standar internasional, demi terlahirnya kader-kader D-8 yang berkarakter dan produktif," ungkapnya.

Menurut Reza, penguatan kurikulum STEM penting karena sangat berperan dalam pembangunan infrastruktur, jaringan, dan teknologi tinggi yang mendukung kerja sama ekonomi antarnegara anggota.

Ia juga menekankan pentingnya kerja sama di bidang teknologi agar negara-negara D-8 tidak lagi bergantung pada platform asing seperti Microsoft, Gmail, atau WhatsApp.

Usulan Universitas Internasional D-8 dan Kolaborasi Pertanian

Reza menyarankan agar Indonesia mengusulkan pendirian universitas internasional D-8 yang bisa berlokasi di salah satu ibu kota negara anggota.

Universitas ini, lanjutnya, harus menggunakan pendekatan interdisipliner yang mencakup ilmu sosial, teknologi, kedokteran, pertanian, dan bidang lain yang relevan dengan kebutuhan kawasan.

Dalam bidang pertanian, perbedaan iklim antara negara-negara tropis dan subtropis disebutnya sebagai peluang kerja sama yang saling melengkapi.

Kerja sama pertanian ini dapat menciptakan pertukaran komoditas seperti gandum, ubi, dan beras guna memperkuat ketahanan pangan bersama.

Indonesia sendiri akan menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) D-8 pada 15 April 2026 di Jakarta.

Tema KTT tersebut adalah "Menavigasi Pergeseran Global: Memperkuat Kesetaraan, Solidaritas, dan Kerja Sama untuk Kemakmuran Bersama."

Tema ini mencerminkan fokus Indonesia pada adaptasi terhadap dinamika ekonomi global, peningkatan inklusivitas, dan penguatan ketahanan.

D-8 merupakan organisasi kerja sama ekonomi negara-negara berkembang yang beranggotakan: Azerbaijan, Bangladesh, Mesir, Indonesia, Iran, Malaysia, Nigeria, Pakistan, dan Türkiye.

Penulis :
Ahmad Yusuf