
Pantau - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi menerapkan kebijakan green meeting sebagai bagian dari dukungan terhadap Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto.
Green Meeting Dimulai dari Pengurangan Plastik
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menjelaskan bahwa seluruh kegiatan rapat di lingkungan kementerian kini tidak lagi menyediakan air minum dalam kemasan plastik.
Sebagai gantinya, setiap pegawai diwajibkan membawa tumbler pribadi dan kementerian menyediakan dispenser air di ruang rapat.
"Kami ingin membangun budaya kerja yang bersih, sehat, dan sadar lingkungan," ungkapnya dalam keterangan resmi.
Kebijakan ini bertujuan menekan konsumsi plastik sekali pakai dan menciptakan kesadaran lingkungan di kalangan aparatur sipil negara.
Langkah ini menjadi bagian dari transformasi perilaku yang lebih ramah lingkungan di institusi pemerintah.
Dorongan Green Time di Lingkungan Pendidikan
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, turut mendorong satuan pendidikan untuk mengganti kebiasaan screen time menjadi green time.
Menurutnya, kegiatan yang bersentuhan langsung dengan alam dapat membentuk karakter peduli lingkungan di kalangan pelajar.
Aktivitas seperti memilah sampah, membawa bekal dari rumah, hingga menjaga kebersihan sekolah disebut mampu menanamkan pemahaman konkret soal perubahan iklim.
"Anak-anak perlu lebih banyak waktu di luar ruangan agar lebih sehat dan peka terhadap lingkungan," ia mengungkapkan.
Kebijakan ini juga menjadi bagian dari pendidikan karakter berbasis lingkungan dan kesehatan.
Upaya Jangka Panjang Bentuk SDM Unggul
Abdul Mu'ti menambahkan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang dalam membentuk sumber daya manusia yang tangguh menghadapi disrupsi akibat perubahan iklim.
Gerakan Indonesia ASRI diharapkan mendorong sektor pendidikan menjadi pelopor dalam gaya hidup berkelanjutan.
Sekolah-sekolah juga diimbau menjadi pusat pembelajaran karakter yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari kepala sekolah hingga dinas pendidikan.
Program ini mencerminkan sinergi lintas kementerian dalam memperkuat kesadaran lingkungan sejak usia dini.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








