
Pantau - Seorang warga lanjut usia bernama Grace Kumala, 66 tahun, asal Kembangan, Jakarta Barat, berhasil mendeteksi gangguan jantung setelah mengikuti program Cek Kesehatan Gratis di Puskesmas Kembangan.
Grace Kumala menyampaikan bahwa dirinya mengikuti program cek kesehatan gratis dan dari hasil pemeriksaan EKG atau rekam jantung diketahui terdapat sedikit gangguan pada jantung.
Ia mengungkapkan bahwa setelah diketahui adanya gangguan tersebut, dirinya langsung mendapatkan rujukan dari puskesmas untuk menjalani perawatan lanjutan ke dokter spesialis jantung.
Grace menjelaskan bahwa penanganan penyakit jantung yang dialaminya telah sampai pada tahap pemasangan kateter jantung.
Ia menyampaikan bahwa dirinya langsung dirujuk ke rumah sakit yang memiliki dokter jantung hingga akhirnya menjalani tindakan kateter jantung dan seluruh proses tersebut berawal dari rujukan puskesmas.
Grace menuturkan bahwa dengan pemeriksaan sejak dini, masyarakat bisa berobat dan melakukan pencegahan sebelum kondisi penyakit menjadi lebih parah.
Ia mengaku sebelum mengikuti program CKG merasa sehat dan tidak pernah mengunjungi dokter atau puskesmas jika tidak dalam kondisi sakit.
Grace mengatakan bahwa setelah mengetahui adanya fasilitas CKG di puskesmas, dirinya terdorong untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.
Ia menyampaikan bahwa sebelumnya jika tidak sakit dirinya tidak pergi ke dokter, namun karena pemeriksaan ini gratis dirinya menjadi rutin melakukan cek kesehatan.
Selain penyakit jantung, hasil pemeriksaan juga menunjukkan bahwa Grace sempat memiliki kondisi kesehatan yang berpotensi mengarah pada diabetes, darah tinggi, dan kolesterol meskipun sebelumnya tidak dirasakan.
Ia menyebutkan bahwa dengan pemeriksaan tersebut semua kondisi bisa diketahui sehingga memungkinkan untuk berobat dan melakukan pencegahan.
Selain lansia, program CKG juga dimanfaatkan oleh Nurul, warga Kebon Jeruk berusia 28 tahun yang sedang mengandung anak pertamanya.
Nurul mendatangi Puskesmas Kembangan untuk melakukan CKG khusus ibu hamil.
Ia mengaku ingin memanfaatkan layanan skrining kehamilan lengkap yang disediakan puskesmas termasuk pemeriksaan Ultrasonografi atau USG.
Nurul menyampaikan bahwa pemeriksaan USG telah selesai dilakukan dan dirinya merasa senang melihat perkembangan janin serta mendapatkan pemeriksaan kesehatan janin secara menyeluruh.
Ia menilai keberadaan layanan USG gratis di tingkat puskesmas sangat membantu dalam meringankan beban ekonomi keluarga.
Nurul menjelaskan bahwa pemeriksaan di fasilitas swasta biasanya membutuhkan biaya cukup besar, sementara di puskesmas layanan diberikan secara gratis dan proses pendaftaran juga dibantu.
Selain pemeriksaan kehamilan, Nurul juga menjalani pemeriksaan kesehatan lainnya seperti pengecekan tekanan darah.
Pemerintah Kota Jakarta Barat melalui Suku Dinas Kesehatan menargetkan 46 persen warga Jakarta Barat mengikuti program Cek Kesehatan Gratis pada tahun 2026.
Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat Sahruna menyampaikan bahwa target tersebut sebesar 46 persen dari jumlah penduduk Kota Jakarta Barat.
Ia menjelaskan bahwa seluruh puskesmas di wilayah Jakarta Barat telah melaksanakan program CKG dengan capaian mendekati 100 persen dari target.
Pada tahun 2026, pelaksanaan program CKG diawali dengan pemeriksaan kesehatan bagi seluruh Aparatur Sipil Negara.
Sahruna mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan pendekatan kepada Wali Kota Jakarta Barat hingga terbit Instruksi Wali Kota terkait pemeriksaan CKG bagi ASN.
Ia menyampaikan bahwa pemeriksaan CKG untuk ASN telah dilaksanakan secara serentak di seluruh kecamatan di Jakarta Barat.
Sahruna berharap dukungan camat dan lurah dapat menggerakkan partisipasi masyarakat yang lebih luas dalam mengikuti program CKG.
Ia menyebutkan bahwa kendala utama pelaksanaan program CKG adalah pola pikir masyarakat yang biasanya baru datang ke puskesmas saat sudah dalam kondisi sakit.
Sahruna menegaskan bahwa target program CKG adalah masyarakat yang sehat, bukan hanya masyarakat yang sudah sakit.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, Sudinkes Jakarta Barat berencana berkoordinasi dengan komunitas, posyandu, sekolah, dan pasar tradisional.
Ia menjelaskan bahwa tujuan koordinasi lintas sektor tersebut agar seluruh warga mendapatkan informasi yang menyeluruh mengenai program CKG.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







