
Pantau - Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf bertolak ke Arab Saudi untuk menghadiri undangan Saudi-Indonesia Umrah Co-Exchange Forum dari Menteri Haji dan Umrah Kerajaan Arab Saudi sekaligus meninjau langsung kesiapan pelayanan haji tahun 2026.
Keberangkatan tersebut dilakukan untuk memenuhi undangan resmi serta memastikan berbagai persiapan layanan haji berjalan optimal menjelang musim haji 2026.
“Pelayanan haji adalah wajah kehadiran negara di Tanah Suci. Kita ingin memastikan jamaah Indonesia mendapatkan pelayanan yang aman, nyaman, dan manusiawi,” ujar Irfan Yusuf dalam keterangan di Jakarta, Jumat.
Kunjungan ini menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah untuk memastikan seluruh aspek layanan haji dipersiapkan secara terukur dan menyeluruh.
Fokus Penguatan Layanan dan Kerja Sama Teknis
Aspek layanan yang menjadi perhatian meliputi akomodasi, konsumsi, transportasi, layanan kesehatan, hingga perlindungan jamaah.
Ia dijadwalkan melakukan pertemuan bilateral dengan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi untuk membahas penguatan kerja sama teknis dalam penyelenggaraan ibadah haji dan umrah.
Pembahasan bilateral tersebut mencakup peningkatan kualitas layanan berbasis standar pelayanan prima.
Selain itu, dibahas pula optimalisasi pemanfaatan teknologi dalam sistem haji dan umrah guna meningkatkan efisiensi dan transparansi layanan.
Penguatan koordinasi operasional menjelang musim haji 2026 juga menjadi salah satu fokus utama dalam pertemuan tersebut.
“Hal ini penting untuk memastikan jamaah haji Indonesia mendapatkan fasilitas terbaik, transparan, dan sesuai dengan kebutuhan jamaah, khususnya lansia dan kelompok rentan,” kata Gus Irfan, sapaan Menhaj Mochamad Irfan Yusuf.
Tinjau Lokasi Layanan di Makkah dan Madinah
Selain menghadiri forum internasional, ia juga dijadwalkan meninjau sejumlah lokasi layanan utama di Makkah dan Madinah.
Lokasi yang akan ditinjau meliputi kesiapan hotel, katering, serta sistem transportasi jamaah.
“Peninjauan ini dilakukan sebagai bentuk kehadiran negara dalam memastikan setiap tahapan pelayanan berjalan sesuai standar yang telah disepakati bersama,” ujar dia.
Ia menegaskan bahwa transformasi pelayanan haji bukan hanya menyangkut aspek teknis operasional semata.
Transformasi tersebut juga mencakup pembangunan sistem yang adaptif, responsif, dan berkelanjutan dalam penyelenggaraan haji.
Pemerintah berkomitmen menghadirkan tata kelola haji yang profesional, transparan, dan berorientasi pada kepuasan jamaah.
- Penulis :
- Arian Mesa







