Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

DPR Dorong Percepatan Pembentukan SPPG di Banten untuk Pemerataan Program Makan Bergizi Gratis

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

DPR Dorong Percepatan Pembentukan SPPG di Banten untuk Pemerataan Program Makan Bergizi Gratis
Foto: (Sumber: Anggota komisi IX DPR RI Tubagus Haerul Jaman saat memberikan sosialisasi mengenai program percepatan pembentukan SPPG. ANTARA/HO-Tim Haerul Jaman..)

Pantau - Anggota Komisi IX DPR RI, Tubagus Haerul Jaman, menekankan pentingnya percepatan pembentukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Provinsi Banten guna mendukung pemerataan distribusi makanan bergizi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dukung Pemerataan Gizi dan Generasi Emas Indonesia

Percepatan pembentukan SPPG ditujukan agar seluruh anak sekolah dan penerima manfaat program MBG di Banten dapat menerima makanan secara merata dan berkelanjutan.

"Khusus di Kota Serang, pembangunan dapur MBG telah direncanakan dan sebagian sudah terealisasi di berbagai wilayah. Kami berharap dapur yang sudah dibangun dapat segera beroperasi optimal," ungkap Tubagus.

Program MBG merupakan program strategis nasional yang turut disosialisasikan oleh DPR RI untuk memastikan pelaksanaannya berjalan optimal di seluruh daerah.

Program ini dinilai menjadi fondasi penting dalam mencetak generasi muda yang sehat, kuat, dan berkualitas, sebagai bagian dari visi menuju Generasi Emas Indonesia.

"Asupan makanan bergizi memiliki peranan penting dalam mendukung tumbuh kembang anak serta meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara keseluruhan," ujarnya.

Hampir 1.000 SPPG Telah Terbangun, Dorong Sektor Pertanian dan UMKM

Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan bahwa hampir 1.000 SPPG telah terbangun di seluruh Provinsi Banten, dan saat ini melayani sekitar 2,5 juta penerima manfaat dari target 3,5 juta.

Ia juga menjelaskan bahwa program MBG tidak hanya fokus pada aspek gizi, tetapi juga berdampak luas terhadap pertumbuhan usaha ekonomi kecil dan sektor pertanian lokal.

"Pembangunan irigasi untuk ketahanan pangan juga berdampak pada peningkatan produksi pertanian. Provinsi Banten saat ini peringkat delapan lumbung padi nasional," jelas Andra.

Masyarakat Banten pun diajak untuk turut mengawal pelaksanaan program MBG secara aktif agar manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal.

"Pengawasan bersama sangat penting untuk meminimalisir berbagai kendala di lapangan. Apabila ditemukan hal-hal yang belum sesuai, diharapkan segera dilakukan koordinasi dengan pihak terkait agar program ini terus berjalan dengan baik," tutur Tubagus.

Penulis :
Aditya Yohan