
Pantau - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar melepas 200 calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Jepang di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada 3 April 2026 sebagai bagian dari implementasi program SMK Go Global.
Program SMK Go Global Dorong Ekspansi Tenaga Kerja
Pelepasan ini dilakukan dalam rangka mendorong perluasan akses tenaga kerja Indonesia ke pasar global melalui skema Specified Skilled Worker sektor manufaktur.
Muhaimin menyampaikan "Pelepasan hari ini adalah bukti nyata bahwa SMK Go Global menjadi kunci dalam membuka akses dan memperluas ekspansi tenaga kerja Indonesia ke luar negeri. Kita ingin SDM kita mampu bersaing dan mengambil peluang di pasar kerja internasional," ungkapnya.
Program SMK Go Global merupakan bagian dari strategi nasional yang dirancang untuk menyiapkan talenta Indonesia agar mampu bersaing di tingkat internasional.
Program ini juga menjadi perhatian khusus Presiden Prabowo Subianto setelah rapat kabinet pada 5 November 2025.
Muhaimin menjelaskan "Program SMK Go Global yang berjalan hari ini adalah langkah awal, sebuah fase piloting yang didukung pembiayaan CSR BUMN. Dari sini, model program diuji dan disempurnakan sebagai fondasi menuju implementasi skema reguler yang saat ini tengah disiapkan," jelasnya.
PMI Diharapkan Jadi Agen Transformasi Ekonomi
Muhaimin menegaskan "Pelepasan ini menjadi bagian dari implementasi kebijakan SMK Go Global yang dirancang sebagai jembatan untuk mencetak SDM unggul dan berdaya saing global," tegasnya.
Pekerja migran disebut sebagai prioritas nasional dalam upaya menciptakan kesejahteraan jangka panjang.
Para PMI diharapkan tidak hanya bekerja di luar negeri tetapi juga menjadi agen transformasi ekonomi saat kembali ke Indonesia.
Muhaimin menyatakan "Dengan bekal pengetahuan, budaya kerja, dan jejaring global, PMI dapat berkontribusi dalam membangun industri domestik. Negara akan terus hadir untuk melindungi dan memfasilitasi PMI agar dapat bekerja secara profesional dan aman," ujarnya.
Sebanyak 200 PMI diberangkatkan melalui berbagai program kolaboratif, dengan rincian 50 orang dari program CSR PT Angkasa Pura, 30 orang dari CSR PT Kereta Api Indonesia, dan 120 orang difasilitasi oleh Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia.
Acara pelepasan turut dihadiri oleh Direktur Utama PT Angkasa Pura Ristiyanto Eko Wibowo serta Wakil Menteri P2MI Dzulfikar Ahmad Tawalla.
- Penulis :
- Arian Mesa









