
Pantau - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, Jawa Timur, mencatat banjir meluas hingga 23 desa yang tersebar di 10 kecamatan akibat hujan deras pada 12–13 Februari 2026 dengan satu korban meninggal dunia.
Kepala BPBD Jember Edi Budi Susilo mengatakan, “Dari delapan menjadi 10 kecamatan yang dilanda banjir hasil asesmen dari Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jember yang tersebar di 23 desa, namun alhamdulillah banjir kini sudah surut,”.
Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Jember pada Kamis 12 Februari sore hingga Jumat 13 Februari menyebabkan debit air meningkat dan meluap ke permukiman warga.
Sepuluh kecamatan terdampak meliputi Panti, Sukorambi, Rambipuji, Kalisat, Kaliwates, Bangsalsari, Ajung, Balung, Wuluhan, dan Puger.
Ribuan KK Terdampak dan Infrastruktur Rusak
Jumlah warga terdampak mencapai 7.445 kepala keluarga dengan jumlah terbanyak di Kecamatan Rambipuji sebanyak 3.774 kepala keluarga.
Kelompok rentan yang terdampak terdiri dari 74 balita, 82 lansia, dan empat penyandang disabilitas.
Sebanyak 557 jiwa sempat mengungsi sebelum akhirnya kembali ke rumah masing-masing.
Satu korban meninggal dunia atas nama Siti Nurfadila 55 tahun karena tersengat listrik saat membersihkan rumahnya ketika banjir di Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji pada Kamis malam.
Infrastruktur yang terdampak meliputi 11 rumah rusak ringan, tiga jembatan ambruk, satu pondok pesantren terendam, satu masjid ambruk, satu balai desa terendam, satu TK dan satu SD terendam, satu TPQ terendam, serta 12 speedboat terbawa arus.
“ Saat banjir menerjang, warga juga sempat mengungsi, yakni mencapai 557 jiwa yang tersebar di beberapa lokasi, namun hari ini semua warga sudah kembali ke rumah masing-masing untuk membersihkan rumahnya pascabanjir,” ujar Edi.
Warga Diimbau Waspada Cuaca Ekstrem
BPBD Jember bersama perangkat daerah terkait telah melakukan penanganan serta menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak.
Edi mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem.
Rilis dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika menyebutkan cuaca ekstrem masih akan berlanjut hingga 20 Februari 2026.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







