Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Polres Bangka Barat Rilis Peta Lokasi Rawan Serangan Buaya untuk Cegah Insiden

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Polres Bangka Barat Rilis Peta Lokasi Rawan Serangan Buaya untuk Cegah Insiden
Foto: (Sumber: Poster Polres Bangka Barat terkait imbauan kepada warga untuk waspada serangan buaya dan binatang liar lainnya. ANTARA/HO-Humas Polres Bangka Barat.)

Pantau - Kepolisian Resor Bangka Barat, Polda Kepulauan Bangka Belitung, merilis peta lokasi rawan serangan buaya di enam kecamatan guna meningkatkan kewaspadaan masyarakat setelah terjadi insiden serangan terhadap warga.

Langkah tersebut diumumkan pada Minggu 15 Februari 2026 menyusul peristiwa warga diserang buaya beberapa hari sebelumnya di Kabupaten Bangka Barat.

Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha mengatakan, "Pemetaan ini kami lakukan guna meningkatkan kewaspadaan masyarakat, kita ingin bersama-sama mencegah kejadian serangan buaya terhadap warga."

Puluhan Titik Rawan di Enam Kecamatan

Pemetaan dilakukan di enam kecamatan dengan puluhan lokasi yang dinilai berpotensi menjadi habitat atau jalur lintasan satwa liar, terutama di kawasan sungai, kolong atau kolam bekas tambang timah, pesisir, dan hutan bakau.

Data disusun berdasarkan laporan masyarakat, patroli anggota di lapangan, serta koordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan.

Kapolres menyatakan, "Rilis ini sebagai bentuk keterbukaan informasi sekaligus langkah pencegahan. Kami ingin masyarakat mengetahui lokasi rawan agar bisa meningkatkan kewaspadaan."

Di Kecamatan Mentok, titik rawan berada di Pantai Baturakit, Kolong Jep, Pantai Tembelok, Pantai Peltim, Kolong PDAM Dusun Terabek, serta Sungai Dusun Sukal Desa Belolaut.

Di Kecamatan Simpangteritip, lokasi rawan terdapat di aliran Sungai Desa Peradong, Berang, dan Mayang.

Di Kecamatan Kelapa, titik rawan tersebar di Sungai Butun, Sungai Belit, Sungai Rangkui, Sungai Kayu Arang, Sungai Mancung, Sungai Limang, Sungai Dusun Payak, Dermaga Pusuk hingga perairan Pulau Mentubung dan sejumlah aliran sungai area persawahan.

Di Kecamatan Tempilang, lokasi rawan berada di kawasan perkebunan sawit, Kolong Bait, Sungai Penyampak, Sungai Tanjungniur, Hutan Bakau Berembang, hingga Pantai Pasir Kuning.

Di Kecamatan Jebus dan Parittiga, titik rawan terdapat di Sungai Kendung, Sungai Pancur, Sungai Antan, Sungai Bunut, sejumlah kolong bekas tambang, hingga Pantai Tanjung Ru.

Imbauan dan Layanan Darurat 110

Polres Bangka Barat akan melakukan pemetaan ulang secara berkala sesuai perkembangan situasi di lapangan.

Kapolres mengimbau warga untuk tidak mandi atau beraktivitas di lokasi-lokasi rawan serta segera melapor jika melihat kemunculan buaya.

Ia mengatakan, "Kami minta warga tidak mandi atau beraktivitas di lokasi-lokasi rawan dan segera melapor apabila melihat kemunculan buaya."

Warga yang melihat langsung kemunculan buaya atau tanda-tanda keberadaannya diminta segera melapor ke layanan darurat Kepolisian Call Center 110 yang aktif 24 jam dan gratis.

Ia menyampaikan, "Layanan 110 ini gratis dan siap menerima laporan masyarakat kapan pun. Informasi yang cepat dari warga sangat membantu kami dalam melakukan langkah penanganan."

Partisipasi masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam mencegah insiden di wilayah yang telah dipetakan sebagai titik rawan.

Salah satu korban serangan sebelumnya adalah Karmin 49 tahun warga Desa Sekarbiru yang diserang buaya pada Selasa 10 Februari dini hari di kolong dekat rumahnya dan korban selamat.

Penulis :
Gerry Eka