Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Polisi Duga Bendahara RSBP Batam Meninggal karena Bunuh Diri, Tidak Terkait Isu Korupsi

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Polisi Duga Bendahara RSBP Batam Meninggal karena Bunuh Diri, Tidak Terkait Isu Korupsi
Foto: (Sumber: Kasatreskrim Polresta Barelang Kompol Debby Tri Andrestian, Kamis (19/2/2026). (ANTARA/Laily Rahmawaty).)

Pantau - Penyidik Satreskrim Polresta Barelang, Polda Kepulauan Riau menduga kuat Bendahara Rumah Sakit BP Batam Sapto Agus Rinusgroho meninggal dunia karena bunuh diri berdasarkan hasil penyelidikan kepolisian.

Kasatreskrim Polresta Barelang Kompol Debby Tri Andrestian mengatakan, "Diduga kuat bunuh diri,".

Ia menyampaikan, "Silahkan melaporkan kepada kami. Karena penyelidikan yang ada saat ini adalah diduga kuat yang bersangkutan bunuh diri karena memiliki masalah pribadi,".

Menurut Debby, korban diduga mengakhiri hidupnya karena persoalan pribadi dan tidak ditemukan indikasi terkait isu kasus korupsi.

Dugaan bunuh diri mengarah pada ditemukannya sejumlah barang pribadi milik korban termasuk sepeda motor yang sebelumnya dilaporkan hilang.

Sepeda motor korban ditemukan terparkir di semak-semak kawasan Sei Gong, Galang.

Hasil penelusuran alat komunikasi korban juga mengindikasikan adanya persoalan pribadi yang memicu tindakan tersebut.

Hasil visum terhadap jasad korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

Berawal dari Penemuan Jasad di Perairan Galang

Kasus bermula dari penemuan jasad pria tanpa identitas yang mengapung di perairan Air Dapur Luar, Kelurahan Galang Baru, Kecamatan Galang, pada Sabtu 14 Februari pukul 08.00 WIB oleh seorang nelayan.

Jasad ditemukan tersangkut di bubu atau perangkap ikan milik nelayan kemudian dilaporkan ke Polsek Galang dan dievakuasi ke RS Bhayangkara Polda Kepri untuk proses identifikasi.

Identitas korban terkonfirmasi setelah proses identifikasi kepolisian dan dipublikasikan melalui akun media sosial RSBP Batam yang menyampaikan belasungkawa pada Senin 15 Februari.

Penulis :
Aditya Yohan