Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Anggota DPR Nilai Program MBG Investasi Jangka Panjang untuk Tingkatkan Kualitas SDM

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Anggota DPR Nilai Program MBG Investasi Jangka Panjang untuk Tingkatkan Kualitas SDM
Foto: (Sumber: Menu makanan yang diberikan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Tulungagung, Jawa Timur, Senin (6/1/2025).ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko.)

Pantau - Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani menyatakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

"Program MBG bukan sekadar bantuan makanan, tetapi merupakan investasi jangka panjang dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia,” ujar Lalu dikutip di Jakarta, Jumat.

Lalu menyampaikan hasil survei Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Pusat Penguatan Karakter menunjukkan Program MBG berdampak signifikan terhadap peningkatan konsentrasi dan fokus belajar siswa.

Survei evaluasi tersebut terintegrasi dalam kerangka Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dan dilaksanakan pada tahap Mei–Juni 2025 hingga November–Desember 2025 dengan melibatkan 1.203.309 responden siswa secara nasional.

Hasil survei menunjukkan sekolah penerima MBG mencatat rata-rata penurunan gangguan belajar akibat lapar sebesar 2,37 poin persentase lebih besar dibandingkan sekolah yang belum menerima program tersebut.

Di wilayah Indonesia Timur, penurunan gangguan belajar akibat lapar pada sekolah penerima MBG tercatat 14,85 poin persentase lebih besar dibandingkan sekolah yang belum melaksanakan MBG.

"Data ini menunjukkan bahwa pemenuhan gizi memiliki korelasi langsung dengan kualitas pembelajaran," kata dia.

Menanggapi temuan tersebut, Lalu menegaskan pemerintah perlu semakin gencar melaksanakan dan memperluas cakupan Program MBG.

Ia menekankan pelaksanaan program harus terus dievaluasi secara menyeluruh untuk mencegah berbagai kekurangan di lapangan seperti makanan basi maupun kasus keracunan.

"Perbaikan harus terus dilakukan. Jangan sampai program yang tujuannya sangat baik justru menimbulkan persoalan baru. Standar keamanan pangan, distribusi, hingga pengawasan harus diperkuat,” ujar dia.

Komisi X DPR RI juga mendorong Kemendikdasmen aktif memberikan masukan dan rekomendasi kepada Badan Gizi Nasional sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan teknis MBG agar kualitas program semakin baik dan tepat sasaran.

Penulis :
Aditya Yohan
Editor :
Tria Dianti