
Pantau - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menuntaskan pembangunan dua unit Sentra Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di perbatasan Indonesia-Timor Leste guna mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi masyarakat, khususnya anak-anak di wilayah perbatasan.
Dukung Program Nasional dan Kesejahteraan Perbatasan
Menteri PU Dody Hanggodo menyatakan pembangunan dapur MBG merupakan bagian strategis dari program nasional yang diamanatkan Presiden Prabowo Subianto.
Ia mengatakan, "Program MBG adalah amanat Presiden Prabowo Subianto untuk mencetak generasi Indonesia yang sehat dan cerdas. Program ini juga mendorong ekonomi lokal dengan melibatkan petani, nelayan, dan UMKM."
Dua fasilitas tersebut dibangun di kawasan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Wini dan PLBN Motamasin di Nusa Tenggara Timur sebagai upaya pemerataan layanan dasar hingga wilayah perbatasan.
Dody menambahkan, "Ini menjadi bentuk nyata kehadiran negara dalam memastikan akses gizi yang layak, menjaga stabilitas harga, serta menjamin ketersediaan pangan bagi masyarakat perbatasan."
Fasilitas Lengkap dan Dorong Ekonomi Lokal
SPPG yang dibangun dilengkapi berbagai fasilitas seperti dapur utama, area pencucian, gudang kering dan basah, ruang penyimpanan, jaringan air bersih, hingga Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) untuk menjaga standar kebersihan.
Selain itu, tersedia infrastruktur pendukung seperti tempat parkir, ruang panel, tempat pembuangan sampah, serta penataan kawasan.
SPPG di PLBN Wini berdiri di lahan seluas 1.408,63 meter persegi di Kabupaten Timor Tengah Utara, sementara di PLBN Motamasin dibangun di lahan 1.469,12 meter persegi di Kabupaten Malaka.
Pembangunan ini dilaksanakan oleh Kementerian PU melalui Ditjen Prasarana Strategis dengan dukungan kontraktor dan konsultan terkait.
Keberadaan dapur MBG tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi lokal serta simbol kehadiran negara dalam pemerataan pembangunan di wilayah perbatasan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








