
Pantau - Gubernur Kalimantan Utara Zainal A. Paliwang menyampaikan belasungkawa dan rasa prihatin atas musibah jatuhnya pesawat kargo milik Pelita Air Service tipe AT-802 di Pa’ Belaban, lokasi Pa' Betung, Kecamatan Krayan Timur, Nunukan, Kamis 19 Februari 2026.
Zainal menyatakan, “Saya selaku gubernur, selaku Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara sangat prihatin dengan kejadian musibah gagal takeoff-nya pesawat Pertamina pengangkut BBM,”.
Pesawat tersebut membawa BBM sebanyak empat ton dari Bandara Yuvai Semaring dan setelah lepas landas menuju Tarakan mengalami insiden di wilayah perbukitan sekitar bandara.
Zainal menyampaikan, “Saya menyampaikan turut berduka cita yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga almarhum husnul khatimah dalam menjalankan tugas negara,”.
Pilot yang menjadi korban adalah Capt. Hendrick Lodewyck Adam (54) yang bertugas mengangkut BBM untuk masyarakat di wilayah perbatasan dan pedalaman sebagai bagian dari tugas negara.
Ia juga menyatakan, “Kepada keluarga yang ditinggalkan semoga diberi ketabahan dan kekuatan dalam ujian ini,”.
Komandan Lanud Anang Busra Marsma TNI Andreas A. Dhewo menjelaskan insiden terjadi saat pesawat melayani rute pengangkutan BBM dari Tarakan menuju Krayan.
Ia mengatakan, “Pesawat diawaki satu orang pilot dan berdasarkan hasil evakuasi di lokasi, pilot ditemukan dalam kondisi meninggal dunia,”.
Pesawat dengan nomor registrasi PK-PAA dan nomor penerbangan PAS 7107 lepas landas dari Tarakan pukul 12.10 WITA menggunakan runway 22.
Saat keberangkatan, kondisi cuaca dilaporkan hujan ringan dengan jarak pandang sekitar 6 kilometer dan awan rendah terpantau broken di ketinggian 1.400 feet dengan suhu 23,9 derajat Celsius.
Andreas menyampaikan, “Beberapa menit kemudian, saksi mata melihat pesawat menurun dalam posisi miring ke arah perbukitan di ujung runway 22,”.
Sekitar pukul 12.25 WITA, saksi mata di sekitar Bandara Yuvai Semaring Krayan kembali melihat pesawat dalam posisi miring menurun ke arah belakang bukit di ujung pendekatan runway 22.
AirNav unit Long Bawan berkoordinasi dengan pihak bandara dan pada pukul 12.27 WITA pesawat Susi Air yang hendak memasuki wilayah Krayan memutuskan kembali ke Malinau karena cuaca memburuk.
Pilot Susi Air menerima sinyal Emergency Locator Transmitter (ELT) dengan radius sekitar 5 kilometer dari arah final runway 22.
Andreas menyampaikan, “Tim gabungan bersama masyarakat segera bergerak ke lokasi dan pesawat ditemukan pukul 14.33 WITA,”.
Pesawat ditemukan dalam kondisi hancur di wilayah perbukitan dan pilot yang menjadi satu-satunya awak dinyatakan meninggal dunia.
Evakuasi dilakukan secara manual karena medan yang cukup berat dan pada pukul 15.20 WITA jenazah dibawa ke rumah sakit setempat.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







