Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Banjir Rendam Cilandak Timur dan Bintaro, Ratusan Warga Mengungsi ke Mushala dan Masjid

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Banjir Rendam Cilandak Timur dan Bintaro, Ratusan Warga Mengungsi ke Mushala dan Masjid
Foto: (Sumber: Kondisi banjir di Jalan NIS, Cilandak Timur, Jakarta Selatan, Jumat (20/2/2026). ANTARA/Luthfia Miranda Putri.)

Pantau - Sejumlah warga di Cilandak Timur Pasar Minggu dan Bintaro Pesanggrahan, Jakarta Selatan, mengungsi akibat banjir yang merendam permukiman sejak Jumat pagi.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jakarta Selatan menyatakan banjir terjadi akibat hujan dengan intensitas lebat di wilayah hulu yang menyebabkan luapan Kali Krukut.

Kasatgas BPBD Jakarta Selatan Sukendar menyebut warga di Jalan NIS terdampak genangan cukup tinggi.

"Warga Jalan NIS sebanyak 19 jiwa pengungsi RT 03 di Musholla Almakmuriah dan tiga jiwa RT 09, RW 03 di Pendopo Kenanga," kata Sukendar saat dihubungi di Jakarta.

Hingga pukul 09.00 WIB, ketinggian banjir di Jalan NIS mencapai 60 sentimeter.

Di wilayah Bintaro, ketinggian air di Jalan Madrasah dan Jalan Pembangunan Bawah RT 01, 06, 07 RW 012 Kelurahan Bintaro Kecamatan Pesanggrahan mencapai 50 sentimeter hingga pukul 09.00 WIB.

"Pengungsi dari RT 01, yakni 60 kepala keluarga KK, RT 06, yakni 30 KK, dan RT 07, yakni 20 KK di Masjid Al Umariyah, Mushollah Al-baroah, Villa Anggrek," ujar Sukendar.

BPBD DKI Jakarta mencatat sebanyak 61 RT dan enam jalan tergenang banjir hingga pukul 07.00 WIB.

BPBD DKI Jakarta mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah terdampak.

BPBD juga mengoordinasikan Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan untuk melakukan penyedotan genangan.

Upaya tersebut dilakukan sekaligus memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik agar genangan cepat surut.

Bersama lurah dan camat setempat, seluruh unsur menyiapkan kebutuhan dasar bagi penyintas banjir di lokasi pengungsian.

Genangan ditargetkan dapat surut dalam waktu cepat seiring upaya penyedotan dan perbaikan saluran air.

BPBD DKI mengimbau masyarakat tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan susulan.

Dalam keadaan darurat, masyarakat diminta segera menghubungi nomor telepon 112 yang gratis dan beroperasi 24 jam non-stop.

Penulis :
Aditya Yohan