Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

SBY Undang Peserta Lemhannas Kunjungi Museum Kepresidenan di Pacitan dan Paparkan Capaian Ekonomi 2004-2014

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

SBY Undang Peserta Lemhannas Kunjungi Museum Kepresidenan di Pacitan dan Paparkan Capaian Ekonomi 2004-2014
Foto: Presiden ke-6 Indonesia Susilo Bambang Yudhono (SBY) memberikan kuliah umum di kantor Lemhannas, Jakarta Pusat, Senin 23/2/2026 (sumber: ANTARA/Walda Marison0

Pantau - Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono mengundang peserta didik Lembaga Pertahanan Nasional untuk mengunjungi Museum dan Galeri SBY*ANI saat memberikan kuliah umum di kantor Lemhannas, Jakarta Pusat, Senin, 23 Februari 2026.

Undangan tersebut disampaikan langsung di hadapan peserta didik dan jajaran Lemhannas dalam forum kuliah umum yang membahas kepemimpinan dan strategi pembangunan nasional.

Dalam kesempatan itu, SBY mengatakan, "Pak gubernur kalau punya waktu diizinkan, saya punya museum di Pacitan, Museum Kepresidenan. Pertama kali di Asia, silahkan dilihat.".

Ia menjelaskan bahwa museum tersebut memuat banyak data valid dari dalam negeri maupun lembaga luar negeri yang merekam berbagai capaian selama masa pemerintahannya.

Menurut SBY, data di museum tersebut mencatat perkembangan perekonomian Indonesia sepanjang 2004 hingga 2014 secara terukur dan terdokumentasi.

SBY memaparkan bahwa pada 2004 pendapatan per kapita Indonesia berada di angka 1.200 dolar AS.

Ia menyebut pada 2014 pendapatan per kapita meningkat menjadi 3.760 dolar AS atau naik sekitar 350 persen dalam sepuluh tahun pemerintahannya.

Menurutnya, peningkatan tersebut menunjukkan adanya perubahan kebijakan dan langkah politik strategis yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi nasional.

Ia menekankan bahwa perubahan kebijakan harus dipikirkan secara matang agar tepat sasaran dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

SBY meyakini dengan kebijakan yang tepat Indonesia dapat keluar dari status negara berpendapatan menengah atau jebakan pendapatan menengah serta mencapai pertumbuhan 6 hingga 8 persen.

Ia menambahkan bahwa target tersebut sejalan dengan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

SBY menegaskan, “Jadi kalau pak Prabowo kembalikan lagi grafiknya, kurvanya seperti ini kita akan keluar dari kategori pendapatan negara menengah yang belum keluar dari jebakan pendapatan menengah.”

Penulis :
Shila Glorya