
Pantau - Jembatan penghubung antarprovinsi di Kampung Kramat, Kelurahan Setu, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, dilaporkan retak dan mulai amblas sehingga mengganggu akses utama warga menuju Bekasi, Jawa Barat.
Kerusakan tersebut diduga disebabkan faktor usia bangunan serta adanya rongga di bawah struktur jembatan yang tergerus air.
Lurah Setu Dwi Widiastuti mengatakan, "Diduga memang jembatan ini sudah berusia dan ada rongga di bawah yang sudah tergerus air, sehingga menyebabkan retaknya di atas jembatan ini,".
Ia juga mengungkapkan, "Penyebab jalan jembatan ini yang terjadi kerusakan retak itu sekitar dua minggu yang lalu,".
Menurut Dwi, retakan awal terlihat sekitar dua minggu lalu dan semakin melebar hingga menyebabkan penurunan pada badan jalan.
Ia menjelaskan adanya rongga di bagian bawah membuat struktur tanah tidak stabil sehingga mengurangi daya dukung konstruksi dan memicu amblasnya permukaan jalan.
Jembatan tersebut menjadi penghubung wilayah Provinsi DKI Jakarta dan Jawa Barat, tepatnya Bekasi, serta dikenal sebagai rute tercepat yang padat dilalui kendaraan setiap hari.
"Iya ini jembatan penghubung antarprovinsi. Ada beberapa rute, rute lain ya mungkin dari yang melintas tol, ada Tol PLN, Jalan Kapuk Sumir, tapi memang ini yang lebih cepat, jadi lebih padat," ujarnya.
Saat ini permukaan jalan di atas jembatan terlihat retak dan mengalami penurunan di beberapa titik sehingga dinilai membahayakan pengguna jalan.
Dwi mengimbau warga agar berhati-hati saat melintas serta mematuhi pembatasan yang telah ditetapkan demi keselamatan bersama.
Sebelumnya, warga juga mengeluhkan kerusakan Jalan Kampung Kramat yang mengalami retak hingga amblas.
Salah satu warga, Suprianto 42 tahun, mengatakan, "Ini sudah satu mingguan ke sini. Awalnya memang retak-retak di sini, jadi perlahan retak-retak sehingga terjadi seperti ini keadaan jalannya,".
Menurut Suprianto, jalan tersebut merupakan jalur alternatif utama yang menghubungkan Jakarta Timur dengan Bekasi sehingga intensitas kendaraan tergolong tinggi terutama pada jam berangkat dan pulang kerja.
Meski tersedia jalur alternatif melalui Tol PLN dan Jalan Kapuk Sumir, banyak pengendara tetap memilih jalur tersebut karena dinilai lebih efisien dari segi waktu tempuh.
- Penulis :
- Aditya Yohan







