
Pantau - Pemerintah Kota Jakarta Selatan bersama Baznas Bazis Jakarta Selatan menggelar program hapus tato gratis sebagai momen hijrah dan memperbaiki diri bagi masyarakat selama bulan Ramadhan 1447 Hijriah di Ruang Dirgantara Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Kamis 26 Februari 2026.
Wali Kota Jakarta Selatan Muhammad Anwar meninjau langsung kegiatan tersebut dan menyampaikan, "Penghapusan tato yang rutin dilakukan, karena bertujuan mulia untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat yang ingin berhijrah dan memperbaiki diri,".
Ia menilai keberadaan tato kerap menjadi ganjalan atau beban bagi seseorang dalam kehidupan sosial maupun spiritual.
Pemerintah berharap program penghapusan tato gratis ini mampu membantu masyarakat meningkatkan kualitas ibadah selama Ramadhan.
Muhammad Anwar juga mengatakan, "Diharapkan dengan penghapusan tato mendapatkan hidayah untuk meningkatkan iman dan ketakwaan kepada Allah SWT".
Proses dan Tahapan Pemeriksaan Peserta
Koordinator Baznas Bazis Jakarta Selatan Ahmad Kahpi menjelaskan bahwa program ini menjadi ladang pahala dengan memfasilitasi masyarakat yang ingin berhijrah dan menjadi pribadi lebih baik, terutama di bulan Ramadhan saat amal kebaikan dilipatgandakan.
Peserta yang ingin menghapus tato diwajibkan mengikuti sejumlah tahapan sebelum tindakan dilakukan.
Tahapan tersebut meliputi pemeriksaan kesehatan seperti pengecekan tekanan darah dan pemeriksaan laboratorium darah.
Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan peserta tidak memiliki penyakit bawaan yang berisiko saat menjalani tindakan penghapusan tato.
Selain itu, tim medis juga memeriksa sensitivitas kulit karena kondisi kulit setiap orang berbeda-beda dan berpengaruh terhadap proses laser.
Ahmad Kahpi menjelaskan, "Jika ditemukan kondisi yang tidak memungkinkan untuk dilakukan tindakan, dokter dari tim kami akan memberikan arahan dan solusi lebih lanjut. Karena, perlu dipahami bahwa penghapusan tato tidak dapat hilang seketika hanya dengan satu kali tindakan laser, sensitivitas kulit sangat berpengaruh besar,".
Baznas Bazis Jakarta Selatan menyediakan 100 kuota peserta untuk layanan hapus tato gratis yang dilaksanakan selama satu hari di lokasi tersebut.
Peserta Mengaku Ingin Memulai Hidup Baru
Salah satu peserta bernama Budiandry, 53 tahun, mengaku memilih menghapus tato karena sudah tidak lagi berguna dalam kehidupannya saat ini.
Ia menceritakan, "Awalnya buat tato itu tahun 1993. Saya ingin memberikan kesan agar terlihat keren. Namun, pada dasarnya dahulu saya juga hanya ikut-ikutan teman saja,".
Menurut Budiandry, momen Ramadhan menjadi waktu yang tepat untuk membersihkan hati sekaligus membersihkan diri, termasuk dari tato di tubuhnya.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Baznas Bazis Jakarta Selatan atas terselenggaranya program hapus tato gratis tersebut.
Budiandry berharap program serupa dapat diadakan secara rutin di masa mendatang agar lebih banyak masyarakat terbantu.
Ia juga mengajak masyarakat dengan mengatakan, "Saya mengajak bagi teman-teman yang berminat untuk menghapus tato, terlebih lagi ini gratis, segeralah bergabung jika ada kegiatan seperti ini di waktu yang akan datang".
- Penulis :
- Arian Mesa







