
Pantau - Kementerian Pertahanan Republik Indonesia akan melatih sebanyak 2.000 aparatur sipil negara (ASN) sebagai Komponen Cadangan (Komcad) pada gelombang pertama yang dijadwalkan mulai April 2026 di lima lokasi pendidikan milik TNI.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menyampaikan bahwa pelatihan tersebut akan digelar di sejumlah satuan pendidikan TNI.
"Pelaksanaan pelatihan gelombang pertama direncanakan berlangsung di beberapa lokasi pendidikan, antara lain di Pusdikkes, Skadik 301, Pusbahasa AU, Kodam Jaya, dan Pasmar 1," ungkapnya di Jakarta, Kamis.
Lima Lokasi Pendidikan TNI Disiapkan
Rico menjelaskan lima lokasi yang disiapkan untuk pelatihan tersebut meliputi Pusdikkes, Skadik 301, Pusbahasa AU, Kodam Jaya, dan Pasmar 1.
Ia menyebutkan para ASN yang mengikuti program Komcad akan mendapatkan pelatihan dasar-dasar kemiliteran.
Materi yang diberikan mencakup pembelajaran teori dan praktik selama masa pendidikan berlangsung.
Durasi pelatihan gelombang pertama akan berlangsung kurang lebih 1,5 bulan.
Kuota 4.000 Orang, Pendaftar Terus Bertambah
Kemhan menyediakan total kuota sebanyak 4.000 orang bagi seluruh kementerian dan lembaga yang ingin mengirimkan ASN untuk mengikuti pelatihan Komcad.
Gelombang pertama direncanakan diikuti oleh 2.000 ASN, sedangkan 2.000 ASN lainnya akan mengikuti pelatihan pada gelombang kedua yang dijadwalkan pertengahan 2026.
Hingga Kamis, tercatat sebanyak 987 ASN telah mendaftar untuk mengikuti pelatihan Komcad gelombang pertama.
Jumlah pendaftar diperkirakan masih akan bertambah menjelang pelaksanaan pelatihan pada April 2026.
Rico berharap melalui pelatihan ini seluruh ASN memiliki semangat dan jiwa nasionalisme yang sama dalam mengabdi kepada masyarakat dan negara.
"Melalui pelatihan ini kami berharap seluruh ASN memiliki semangat dan jiwa nasionalisme yang sama dalam mengabdi kepada masyarakat dan negara," ujarnya.
- Penulis :
- Leon Weldrick







