Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Pemerintah Siapkan Lahan untuk Bangun Sekolah Garuda di Maros

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Pemerintah Siapkan Lahan untuk Bangun Sekolah Garuda di Maros
Foto: (Sumber: Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie melakukan peninjauan langsung terhadap dua calon lokasi pembangunan Sekolah Garuda yang terletak di Desa Pucak, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan pada Jumat (27/2/2026). ANTARA/HO-Kemdiktisaintek.)

Pantau - Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi meninjau dua calon lokasi pembangunan Sekolah Garuda di Desa Pucak, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Peninjauan dilakukan langsung oleh Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie pada Jumat (27/2) untuk memastikan kesiapan lahan dari sisi teknis, legalitas, serta potensi pengembangan kawasan pendidikan terpadu berbasis sains dan teknologi.

Sekolah Garuda atau SMA Unggul Garuda direncanakan membutuhkan lahan sekitar dua hektare dengan kontur relatif datar.

Area terbangun utama seperti gedung akademik dan lapangan olahraga diperkirakan mencakup sekitar satu hingga 1,5 hektare dengan prioritas lahan datar demi keamanan dan efisiensi konstruksi.

Menurut Stella, kawasan tersebut tidak hanya memiliki lanskap yang mendukung, tetapi juga aktivitas riset yang relevan dan potensial untuk kolaborasi pendidikan.

Tinjau Fasilitas Riset Peternakan

Dalam kunjungan tersebut, Wamen turut meninjau fasilitas riset peternakan termasuk laboratorium produksi semen beku sapi dan kerbau yang telah memenuhi standar SNI.

Fasilitas tersebut telah menjalin nota kesepahaman dengan Universitas Hasanuddin untuk penguatan riset dan pengembangan teknologi reproduksi ternak.

Satu pejantan unggul dapat menghasilkan hingga 10.000 straw per tahun dengan satu kali ejakulasi sekitar lima cc yang dapat diproses untuk 200 hingga 300 inseminasi.

Setiap straw berisi sekitar 25 juta sel spermatozoa dengan volume 0,25 cc dan tingkat keberhasilan kebuntingan mencapai sekitar 75 persen.

Metode inseminasi buatan dinilai lebih efektif dibandingkan kawin alam dalam memaksimalkan pemanfaatan pejantan unggul dan meningkatkan kualitas genetik ternak nasional.

Integrasi Pendidikan dan Kebutuhan Strategis

Pembangunan SMA Unggul Garuda di Maros menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadirkan pendidikan unggul yang terintegrasi dengan riset terapan dan kebutuhan strategis nasional di bidang sains, teknologi, dan ketahanan pangan.

Sinergi antara sekolah unggulan dan fasilitas riset daerah diharapkan memperkuat ekosistem pendidikan berbasis inovasi serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Penulis :
Gerry Eka
Editor :
Gerry Eka