
Pantau - Pemerintah Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, membatasi akses kendaraan di jembatan Jalan Kampung Kramat RW 04, Kelurahan Setu, dengan hanya memperbolehkan kendaraan roda dua melintas sementara waktu guna mencegah kondisi jembatan yang ambles semakin parah.
Kebijakan tersebut diambil setelah turap di sekitar jembatan mengalami ambles yang berpotensi membahayakan pengguna jalan apabila tetap dilalui kendaraan roda empat.
Camat Cipayung Diman menegaskan bahwa kendaraan roda empat masih dilarang melintas karena dapat memperparah kondisi konstruksi jembatan.
"Untuk kendaraan roda empat masih dilarang melintas di lokasi karena dinilai terlalu membebani konstruksi jembatan," kata Diman.
Ia menjelaskan pembatasan tersebut merupakan langkah cepat untuk mencegah kerusakan jembatan semakin parah sekaligus menjaga keselamatan pengguna jalan.
Pelat Baja Dipasang untuk Akses Sepeda Motor
Sebagai solusi sementara, pihak kecamatan memasang pelat baja berukuran sekitar 2x3 meter dengan lebar dua meter di bagian jembatan yang mengalami ambles.
Pelat baja tersebut dipasang agar sepeda motor tetap dapat melintas dengan aman di lokasi tersebut.
Bagian tepi pelat baja juga telah diaspal untuk mencegah pelat bergeser saat dilalui kendaraan roda dua.
Pemasangan pelat baja dilakukan sambil menunggu penanganan permanen dari Suku Dinas Bina Marga dan pihak terkait.
Diman mengatakan pembatasan akses ini juga dipengaruhi oleh dampak kemacetan yang sempat terjadi setelah jalan tersebut ditutup total.
"Saat jalan ini ditutup, terjadi kepadatan kendaraan di ruas jalan alternatif. Mudah-mudahan dengan motor sudah bisa lewat, kepadatan bisa terurai," katanya.
Ia menambahkan pemerintah kecamatan terus berkoordinasi dengan Satuan Pelaksana Suku Dinas Bina Marga Kecamatan Cipayung untuk mempercepat penanganan kerusakan jembatan.
Selain itu jalur sempit di sekitar lokasi juga direncanakan dipasangi pelat baja tambahan agar sepeda motor dari arah Bekasi dapat melintas secara bergantian.
Warga Keluhkan Kerusakan Jembatan
Diman mengimbau masyarakat mematuhi pembatasan tersebut dan menggunakan jalur alternatif jika membawa kendaraan roda empat.
"Untuk motor bisa dilalui, tapi untuk mobil sebaiknya menggunakan jalur alternatif lain. Ini demi keamanan kita semua supaya tidak terjadi kerusakan yang lebih parah," tegas Diman.
Sebelumnya personel Suku Dinas Bina Marga Jakarta Timur telah melakukan perbaikan sementara dengan menambal bagian jalan yang ambles menggunakan coldmix dan hotmix.
"Untuk penanganan sementara, bagian jalan amblas kita tambal dengan coldmix dan hotmix," kata Kepala Suku Dinas Bina Marga Jakarta Timur Benhard Hutajulu.
Namun setelah dilakukan penanganan sementara, kondisi jembatan kembali ambles sehingga kendaraan roda empat tidak dapat lagi melintas.
Seorang pengendara motor bernama Mujiyo mengatakan kondisi jembatan berubah drastis dalam dua hari terakhir.
"Sabtu sore sampai malam saya masih bisa lewat. Minggu kemarin sudah total begini kondisinya, mobil sudah tidak bisa lewat, motor juga harus lewat pinggir bergantian," kata Mujiyo.
Warga mengeluhkan kerusakan jembatan tersebut karena menjadi akses utama penghubung wilayah perbatasan Jawa Barat dan Jakarta.
Mujiyo berharap pemerintah segera melakukan perbaikan menyeluruh agar jembatan tidak kembali ambles dan mobilitas warga kembali normal.
- Penulis :
- Aditya Yohan







