
Pantau - Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia melakukan pengawasan langsung terhadap produk pangan di Lotte Grosir Pasar Rebo, Ciracas, Jakarta Timur, pada Senin 9 Maret 2026 menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Kepala BPOM RI Tarunan Ikrar menyampaikan bahwa secara umum produk pangan yang diperiksa telah memenuhi ketentuan meskipun masih ditemukan beberapa pelanggaran.
Tarunan mengatakan, "Dari hasil pemeriksaan hari ini terhadap berbagai macam produk, secara umum sudah sesuai ketentuan, namun ada beberapa temuan kami."
Temuan Produk dan Pelanggaran Penyimpanan
Salah satu temuan BPOM adalah produk Kimchi merek Ommason Mat kemasan 215 gram dan 32 gram yang masa berlaku izin edarnya telah habis.
BPOM juga menemukan produk Kimchi Pedas kemasan 100 gram sebanyak 18 kemasan yang tidak disimpan sesuai dengan petunjuk suhu penyimpanan yang seharusnya berada pada minus empat derajat Celcius.
Selain itu tim BPOM menemukan produk pempek yang mencantumkan nomor izin edar milik produk lain.
Tarunan mengatakan, "BPOM juga menemukan produk pempek yang mencantumkan nomor izin edar milik produk lain."
Tim BPOM juga menemukan kondisi gudang penyimpanan produk beku atau frozen yang mengalami kelebihan kapasitas.
Produk di dalam gudang tersebut ditumpuk hingga mendekati langit-langit sehingga berpotensi memengaruhi kestabilan suhu serta kualitas produk.
Meski terdapat beberapa temuan, sebagian besar aspek lain dalam pemeriksaan dinyatakan telah memenuhi standar yang ditetapkan.
Tarunan mengatakan, "Yang lainnya memenuhi syarat sanitasi, kebersihan (hygiene), standar label, kemasan, izin edar, dan kedaluwarsa."
Hasil Uji Sampel dan Intensifikasi Pengawasan
Selain pemeriksaan fisik terhadap produk, BPOM juga melakukan pengujian sampel menggunakan mobil laboratorium keliling di lokasi pengawasan.
Sebanyak 40 sampel produk yang dicurigai mengandung bahan berbahaya seperti pengawet dan pewarna diuji secara langsung.
Hasil pengujian menunjukkan seluruh sampel tersebut tidak mengandung bahan berbahaya dan dinyatakan aman untuk dikonsumsi.
Tarunan mengatakan, "Alhamdulillah hasil pengujian terhadap 40 sampel tersebut semuanya negatif dari bahan berbahaya dan memenuhi syarat untuk dikonsumsi."
Sebelum melakukan inspeksi di Lotte Grosir Pasar Rebo, BPOM terlebih dahulu mengunjungi tempat produksi pangan olahan di kawasan Ancol, Jakarta Utara.
Pengawasan ini dilakukan karena permintaan dan konsumsi pangan masyarakat biasanya meningkat secara signifikan menjelang hari besar keagamaan.
Tarunan mengatakan, "Kita tahu pada saat-saat seperti ini intensitas penjualan dan penggunaan produk pangan sangat tinggi. Karena itu pengawasan dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia setiap hari."
Dalam kegiatan pengawasan tersebut BPOM menerapkan dua metode pemeriksaan yakni pengawasan acak dan tersembunyi yang disebut surveillance serta pemeriksaan resmi secara terbuka di lokasi.
BPOM menegaskan pengawasan akan terus dilakukan sesuai dengan Undang-Undang Keamanan Pangan Nomor 18 Tahun 2012 khususnya Pasal 46 dan Pasal 47 untuk memastikan produk pangan yang beredar aman bagi masyarakat.
Tarunan mengatakan, "Kami dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia didampingi Balai Besar POM Jakarta melakukan pemeriksaan langsung di lokasi ini. Kegiatan ini merupakan bagian dari intensifikasi pengawasan pangan menjelang bulan puasa, selama bulan puasa, hingga Idul Fitri."
Kegiatan pengawasan tersebut juga didampingi sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta termasuk Sekretaris Daerah DKI Jakarta Uus Kuswanto, Wakil Wali Kota Jakarta Timur Kusmanto, Asisten Perekonomian, serta perwakilan dari Dinas Perindustrian, Dinas Ketahanan Pangan, dan Biro Kerja Sama Daerah.
- Penulis :
- Arian Mesa








