
Pantau - Personel Direktorat Polisi Perairan dan Udara Polda Nusa Tenggara Timur menyelamatkan seekor penyu sisik yang ditemukan dalam kondisi lemas dan tidak mampu berenang di perairan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.
Penyu sisik merupakan satwa yang dilindungi dengan nama ilmiah Eretmochelys imbricata.
Direktur Polairud Polda NTT Kombes Pol Irwan Deffi Nasution mengatakan penyu tersebut ditemukan dalam kondisi mengapung di laut dan tidak mampu berenang.
Kondisi tersebut terjadi karena tubuh penyu dipenuhi teritip yang menempel di berbagai bagian tubuhnya.
"Banyak sekali teritip ditemukan semua tubuhnya mulai dari cangkangnya hingga bagian tubuh yang lainnya," kata Irwan.
Penyu tersebut pertama kali terlihat terapung di sekitar pelabuhan marina Labuan Bajo.
Penemuan tersebut dilakukan oleh anggota piket kapal patroli KP P Padar sekitar pukul 09.40 Wita.
Penyu Diamankan dan Dibersihkan dari Teritip
Melihat kondisi penyu yang lemah, personel Ditpolairud bersama awak kapal wisata yang berada di sekitar lokasi segera melakukan penyelamatan.
Pada sekitar pukul 09.47 Wita penyu berhasil diamankan dan diangkat ke atas kapal patroli KP P Padar XXII-3018.
Setelah diamankan, petugas langsung membersihkan teritip yang menempel pada bagian tubuh penyu tersebut.
Setelah proses pembersihan, personel Ditpolairud berkoordinasi dengan Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional dan World Wide Fund for Nature untuk penanganan lebih lanjut.
Penyu Dirawat di Kolam Konservasi
Sekitar pukul 11.30 Wita tim dari Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional dan World Wide Fund for Nature tiba di kapal patroli.
Tim tersebut kemudian melakukan pemeriksaan kondisi kesehatan serta pengukuran terhadap penyu yang diselamatkan.
Karena kondisi penyu belum menunjukkan tanda pemulihan, petugas memutuskan membawa penyu tersebut ke kolam perawatan milik Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional di Labuan Bajo.
Penyu tersebut akan dirawat sementara hingga kondisi kesehatannya pulih.
"Untuk sementara penyu dirawat di kolam milik BKKPN hingga kondisinya pulih. Setelah dinyatakan sehat, penyu tersebut akan dilepas kembali ke habitat aslinya," ujar Irwan.
- Penulis :
- Aditya Yohan








