Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Gunung Merapi Luncurkan Dua Kali Awan Panas Guguran Sejauh 1,6 Kilometer pada Senin Dini Hari

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Gunung Merapi Luncurkan Dua Kali Awan Panas Guguran Sejauh 1,6 Kilometer pada Senin Dini Hari
Foto: (Sumber : Arsip foto - Asap solfatara keluar dari kubah lava Gunung Merapi terlihat dari Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, Jumat (3/1/2025). ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/aww/pri..)

Pantau - Gunung Merapi yang berada di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah meluncurkan dua kali awan panas guguran ke arah barat daya dengan jarak luncur maksimum mencapai 1,6 kilometer pada Senin dini hari.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Agus Budi Santoso mengatakan fenomena tersebut teramati dalam periode pengamatan pukul 00.00 hingga 06.00 WIB.

"Teramati dua kali awan panas guguran ke arah barat daya (Kali Krasak) dengan jarak luncur maksimum 1.600 meter", ungkapnya.

Awan panas guguran tersebut tercatat memiliki amplitudo antara 18 hingga 33 milimeter dengan durasi kejadian antara 175,24 hingga 188,35 detik.

Dalam periode pengamatan yang sama Gunung Merapi juga mengalami 49 kali gempa guguran dengan amplitudo 2 hingga 41 milimeter dan durasi antara 57,8 hingga 182,25 detik.

Selain itu tercatat 14 kali gempa hibrid atau fase banyak dengan amplitudo 2 hingga 30 milimeter dan durasi antara 26,98 hingga 49,61 detik.

Aktivitas Guguran Lava

BPPTKG juga mencatat aktivitas guguran lava sebanyak 20 kali ke arah barat daya menuju Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 1,8 kilometer.

Selain itu terdapat 13 kali guguran lava ke arah barat daya menuju Kali Sat atau Kali Putih dengan jarak luncur maksimum yang sama.

Secara visual gunung terlihat jelas dengan asap kawah bertekanan lemah berwarna putih.

Asap tersebut memiliki intensitas sedang hingga tinggi dengan ketinggian sekitar 500 meter di atas puncak kawah.

Cuaca di sekitar gunung dilaporkan berawan hingga cerah dengan suhu udara berkisar antara 17,2 hingga 19,2 derajat Celsius.

Status Masih Siaga

Laporan BPPTKG periode 6 hingga 12 Maret 2026 menyebutkan morfologi kubah barat daya Gunung Merapi mengalami perubahan akibat aktivitas guguran lava dan perubahan volume kubah.

"Untuk kubah tengah tidak teramati adanya perubahan morfologi yang signifikan", jelas Agus Budi Santoso.

Berdasarkan analisis foto udara pada 20 Februari 2026 volume kubah barat daya Gunung Merapi tercatat sebesar 4.044.000 meter kubik.

Sementara itu volume kubah tengah tercatat sebesar 2.368.800 meter kubik.

BPPTKG masih mempertahankan status Gunung Merapi pada Level III atau Siaga.

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas di sektor selatan hingga barat daya.

Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Sungai Boyong hingga jarak maksimal lima kilometer dari puncak.

Selain itu potensi bahaya juga mencakup Sungai Bedog, Sungai Krasak, dan Sungai Bebeng hingga jarak maksimal tujuh kilometer.

Pada sektor tenggara potensi bahaya meliputi Sungai Woro hingga jarak maksimal tiga kilometer dan Sungai Gendol hingga jarak maksimal lima kilometer.

Jika terjadi letusan eksplosif lontaran material vulkanik dapat menjangkau wilayah dalam radius tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi.

Penulis :
Ahmad Yusuf
Editor :
Ahmad Yusuf