
Pantau - Satuan Brimob Polda Sulawesi Tengah mengoperasikan dapur lapangan dan kendaraan khusus Water Treatment di Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah tersebut.
Sebanyak 100 personel Brimob diterjunkan ke lokasi bencana guna mengoperasikan fasilitas bantuan bagi para pengungsi dan masyarakat terdampak.
Sediakan Air Bersih dan Makanan Siap Saji
Komandan Satuan Brimob Polda Sulawesi Tengah Kombes Pol Kurniawan Tandi Rongre mengatakan pihaknya mengerahkan kendaraan khusus untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga.
"Jadi Brimob Polda Sulteng menghadirkan kendaraan khusus untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga di daerah tersebut," ujarnya.
Menurut Kurniawan, Brimob berupaya memaksimalkan seluruh kemampuan dan peralatan yang dimiliki dalam mendukung penanganan bencana.
"Tentunya Brimob tidak hanya menerjunkan personel, tetapi juga kemampuan taktis dan peralatan yang kami miliki untuk mendukung penanganan bencana dan membantu kebutuhan masyarakat," katanya.
Kendaraan Water Treatment yang dioperasikan mampu memproduksi sekitar 180 hingga 200 galon air bersih per hari untuk disalurkan kepada warga yang mengalami kesulitan akses air akibat dampak gempa.
Ribuan Warga Terdampak Gempa
Selain penyediaan air bersih, dapur lapangan Brimob juga terus beroperasi untuk memenuhi kebutuhan pangan para pengungsi, relawan, dan petugas di lapangan.
"Dapur lapangan ini mampu menyiapkan sekitar 150 hingga 200 porsi makanan siap saji, harapannya fasilitas pendukung tersebut menjadi bagian dari upaya percepatan penanganan kebutuhan dasar masyarakat selama masa tanggap darurat bencana," ungkap Kurniawan.
Ia berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban warga sekaligus mempercepat proses pemulihan pascagempa di wilayah terdampak.
Berdasarkan data BPBD Sigi per 20 Juni 2026, gempa bumi menyebabkan 2.319 rumah mengalami kerusakan, terdiri atas 1.966 rumah rusak ringan, 219 rumah rusak sedang, dan 134 rumah rusak berat.
Jumlah warga terdampak tercatat mencapai 8.586 jiwa dari 2.762 kepala keluarga.
Data tersebut juga mencatat 17 warga mengalami luka berat, 108 orang luka ringan, dan tiga orang meninggal dunia akibat bencana tersebut.
Gempa bumi tektonik magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Sigi, Parigi Moutong, Donggala, dan Kota Palu pada Selasa (16/6) pukul 10.27 WIB.
- Penulis :
- Aditya Yohan





