billboard mobile
HOME  ⁄  Nasional

Polda Sulteng Kerahkan 190 Personel untuk Tangani Dampak Gempa Magnitudo 6,7 di Sigi, Ribuan Warga Terdampak

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Polda Sulteng Kerahkan 190 Personel untuk Tangani Dampak Gempa Magnitudo 6,7 di Sigi, Ribuan Warga Terdampak
Foto: Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah (Sulteng) bersama Polres Sigi menurunkan 190 personel gabungan untuk membantu penanganan dampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Kabupaten Sigi dan Kabupaten Parigi Moutong pada Selasa 16/6 (sumber: Humas Polda Sulteng)

Pantau - Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah bersama Kepolisian Resor Sigi mengerahkan 190 personel gabungan untuk membantu penanganan dampak gempa bumi magnitudo 6,7 yang mengguncang Kabupaten Sigi dan Kabupaten Parigi Moutong pada Selasa, 16 Juni 2026, dengan fokus pada evakuasi warga, distribusi bantuan, pengamanan, dan pelayanan kesehatan di wilayah terdampak.

Informasi tersebut disampaikan Kabid Humas Polda Sulteng Djoko Wienartono di Palu, Jumat, 19 Juni 2026.

Ia mengungkapkan, "Polda Sulteng bersama Polres Sigi telah mengerahkan 190 personel gabungan untuk membantu masyarakat yang terdampak gempa bumi di Kecamatan Palolo. Personel disiagakan di sejumlah titik yang mengalami dampak cukup parah guna memberikan bantuan kemanusiaan, pengamanan, serta memastikan proses penanganan darurat berjalan dengan baik".

Personel gabungan tersebut disebar ke sejumlah wilayah terdampak, terutama di Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi.

Penugasan personel berlangsung selama masa penanganan darurat yang berlangsung pada 16 hingga 20 Juni 2026.

Fokus Evakuasi dan Distribusi Bantuan

Personel kepolisian bertugas membantu evakuasi warga terdampak gempa di sejumlah lokasi yang mengalami kerusakan.

Petugas juga mendistribusikan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat yang membutuhkan di wilayah terdampak.

Selain itu, personel melakukan pengamanan lokasi bencana untuk menjaga situasi tetap kondusif selama masa tanggap darurat.

Pelayanan kesehatan turut diberikan kepada warga sebagai bagian dari upaya penanganan pascagempa.

Kepolisian juga mendukung percepatan pemulihan kondisi masyarakat agar aktivitas warga dapat kembali berjalan normal.

Djoko menegaskan sinergi berbagai pihak menjadi faktor penting dalam mempercepat penanganan bencana.

Unsur yang terlibat dalam penanganan bencana meliputi Polri, TNI, pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat.

Selain kegiatan kemanusiaan, personel melaksanakan patroli keamanan, pemantauan situasi wilayah terdampak, serta pengawasan distribusi bantuan agar berjalan lancar dan tepat sasaran.

Ribuan Warga dan Ribuan Rumah Terdampak

Polda Sulteng menegaskan akan terus memberikan dukungan maksimal selama masa tanggap darurat hingga kondisi masyarakat kembali normal.

Djoko mengatakan, "Kami akan terus hadir mendampingi masyarakat yang terdampak. Seluruh personel yang bertugas di lapangan diperintahkan untuk mengedepankan pelayanan kemanusiaan, memberikan rasa aman, serta membantu kebutuhan warga selama proses pemulihan berlangsung".

Polda Sulteng berharap seluruh proses penanganan bencana dapat berjalan lancar, cepat, dan efektif.

Masyarakat juga diajak menjaga kebersamaan dan semangat gotong royong dalam membantu warga terdampak.

Sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika melaporkan gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Palu dan sekitarnya pada Selasa, 16 Juni 2026 pukul 10.27 WIB.

Pemerintah Kabupaten Sigi menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari yang berlaku mulai 17 Juni hingga 30 Juni 2026.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah per 18 Juni 2026, jumlah warga terdampak mencapai 2.109 kepala keluarga atau 6.412 jiwa.

Kerusakan fasilitas umum tercatat sebanyak 84 unit yang meliputi sekolah, rumah ibadah, kantor pemerintahan, puskesmas, dan jaringan air bersih.

Jumlah rumah yang mengalami kerusakan mencapai 1.652 unit yang terdiri atas 1.472 unit rusak ringan, 111 unit rusak sedang, dan 69 unit rusak berat.

Kerusakan rumah tersebut tersebar di 38 desa.

Penulis :
Arian Mesa
Kemenkeu 2026