billboard mobile
HOME  ⁄  Nasional

Karhutla Aceh Barat Meluas hingga 34,1 Hektare, Jadi Pengingat Pentingnya Menjaga Lingkungan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Karhutla Aceh Barat Meluas hingga 34,1 Hektare, Jadi Pengingat Pentingnya Menjaga Lingkungan
Foto: (Sumber :Kebakaran lahan melanda kawasan perkebunan di Desa Gunong Pulo, Kecamatan Arongan Lambalek, Kabupaten Aceh Barat. Hingga Kamis (18/6/2026) luas lahan yang sudah terbakar di lima kecamatan di Aceh Barat sudah mencapai 34,1 hektare. ANTARA/HO-BPBD Aceh Barat.)

Pantau - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Aceh Barat telah menghanguskan sedikitnya 34,1 hektare lahan sejak akhir Mei hingga pertengahan Juni 2026, sekaligus menjadi pengingat penting mengenai tanggung jawab bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Kebakaran Tersebar di Lima Kecamatan

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat, kebakaran terjadi di lima kecamatan, yakni Bubon, Samatiga, Meureubo, Arongan Lambalek, dan Johan Pahlawan.

Kecamatan Bubon menjadi wilayah yang paling terdampak dengan total lahan terbakar mencapai 25 hektare.

Pelaksana Tugas Kepala BPBD Aceh Barat Teuku Ronal Nehdiansyah mengatakan sebagian besar titik kebakaran saat ini telah berhasil dipadamkan.

"Meski sudah meluas dan bertambah, sebagian besar lokasi kebakaran sudah berhasil kami padamkan," ujarnya.

Sebaran titik api di berbagai lokasi membuat petugas harus membagi personel dan peralatan untuk melakukan pemadaman secara bersamaan.

Cuaca kering yang berlangsung selama berminggu-minggu, minimnya curah hujan, serta angin kencang menjadi faktor yang mempercepat penyebaran api dan menyulitkan proses penanganan di lapangan.

Tantangan Berat Pemadaman di Lahan Gambut

Petugas gabungan harus menghadapi medan yang sulit dengan akses terbatas menuju lokasi kebakaran.

Banyak kendaraan pemadam tidak dapat menjangkau titik api sehingga petugas terpaksa berjalan kaki sambil membawa mesin pompa, selang, dan bahan bakar menuju area terdampak.

Tantangan semakin berat ketika api membakar lahan gambut yang memiliki karakteristik berbeda dibandingkan lahan biasa.

Api pada lahan gambut tidak hanya membakar permukaan, tetapi juga dapat menyala dan merambat di bawah tanah tanpa terlihat.

Kondisi tersebut membuat proses pemadaman harus dilakukan secara menyeluruh agar tidak muncul kembali beberapa hari kemudian.

Selain berisiko memicu kebakaran susulan, lahan gambut yang terbakar juga membahayakan keselamatan petugas karena dapat menyimpan rongga panas di bawah permukaan tanah.

Karhutla yang terjadi di Aceh Barat dinilai bukan sekadar persoalan luas lahan yang terbakar, melainkan menjadi pengingat bahwa upaya pencegahan dan perlindungan lingkungan jauh lebih efektif dibandingkan memulihkan kerusakan setelah bencana terjadi.

Penulis :
Ahmad Yusuf
Kemenkeu 2026