Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

RSCM Ungkap Kondisi Andrie Yunus Usai Disiram Cairan Kimia, Kini Stabil namun Alami Luka Bakar Serius

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

RSCM Ungkap Kondisi Andrie Yunus Usai Disiram Cairan Kimia, Kini Stabil namun Alami Luka Bakar Serius
Foto: (Sumber : Arsip foto - Perwakilan Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) Andrie Yunus (kedua kiri) saat ditemui di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (4/6/2025). ANTARA/Ilham Kausar/aa..)

Pantau - RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo menyatakan kondisi Andrie Yunus yang menjadi korban penyiraman cairan kimia kini dalam keadaan stabil setelah mengalami luka bakar serius pada sejumlah bagian tubuh.

Luka Bakar dan Gangguan Penglihatan

Manajer Hukum dan Humas RSCM Yoga Nara mengatakan pasien datang ke IGD pada Jumat, 13 Maret 2026 dini hari dengan luka bakar di wajah, leher, dada, punggung, dan kedua lengan.

Ia mengatakan, "Dengan keluhan luka bakar pada wajah, leher, dada, punggung, serta kedua lengan, disertai gangguan penglihatan pada mata kanan."

Pemeriksaan menunjukkan paparan zat kimia bersifat asam dan diagnosa awal mencatat luka bakar sekitar 24 persen.

Namun setelah evaluasi lanjutan, luka bakar dikoreksi menjadi sekitar 20 persen dengan trauma kimia berat pada mata kanan.

Yoga menjelaskan, "Kondisi tersebut menyebabkan penurunan tajam penglihatan serta kerusakan pada permukaan kornea."

Penanganan Intensif dan Proses Pemulihan

Tim medis melakukan irigasi atau pencucian luka serta tindakan lanjutan termasuk pembersihan jaringan rusak dan transplantasi membran amnion pada mata kanan.

Pasien kini dirawat di High Care Unit untuk mendapatkan penanganan intensif oleh tim multidisiplin.

Yoga mengatakan, "Terapi yang diberikan meliputi perawatan luka, pemberian antibiotik, obat anti-inflamasi, vitamin, serta pengobatan untuk menjaga tekanan bola mata tetap terkontrol."

Ia menambahkan kondisi pasien saat ini tidak mengancam jiwa dan terus dipantau untuk kemungkinan tindakan rekonstruksi lanjutan.

Yoga menegaskan, "Kondisi umum pasien sudah stabil dan tidak dalam kondisi yang mengancam jiwa."

Penulis :
Aditya Yohan