Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Kisah Pemudik Bawa Kucing Naik Motor ke Lampung, Pengalaman Unik hingga Tantangan di Perjalanan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Kisah Pemudik Bawa Kucing Naik Motor ke Lampung, Pengalaman Unik hingga Tantangan di Perjalanan
Foto: (Sumber : Seorang pemudik membawa kucing peliharaan mudik di Pelabuhan Ciwandan, Kota Cilegon, Banten, Selasa (17/3/2026) dini hari. ANTARA/Desi Purnama Sari.)

Pantau - Seorang pemudik bernama Pucul asal Tangerang membawa kucing peliharaannya saat mudik ke Lampung melalui Pelabuhan Ciwandan, Cilegon, untuk merayakan Lebaran 2026 di kampung halaman.

Pucul membawa kucing jantan bernama Pupu karena tidak ada keluarga yang dapat merawat hewan tersebut selama dirinya mudik.

"Baru kali ini mudik sambil bawa kucing. Biasanya saya simpan di penitipan, tapi tahun ini untuk menghemat biaya jadi saya lebih memilih untuk membawa kucing saya mudik juga," ujar Pucul.

Ia melakukan perjalanan menggunakan sepeda motor hanya berdua dengan kucing peliharaannya tersebut.

Perjalanan dan Pengalaman Berbeda

Perjalanan dari Tangerang menuju Pelabuhan Ciwandan ditempuh sekitar dua jam sebelum melanjutkan perjalanan laut menuju Lampung.

Setibanya di seberang, perjalanan darat diperkirakan masih akan berlangsung selama empat hingga lima jam hingga sampai ke tujuan akhir.

Pucul mengaku pengalaman mudik bersama hewan peliharaan memberikan kesan berbeda dan terasa lebih "romantis".

Tantangan Membawa Hewan Peliharaan

Meski demikian, membawa hewan peliharaan dalam perjalanan jauh menggunakan sepeda motor memiliki tantangan tersendiri.

Kucing miliknya sempat mengalami stres dan tidak tenang pada awal perjalanan.

"Awal-awal sempat ngamuk pas dibawa jalan, tapi lama-lama mungkin dia sudah capek jadi tenang sendiri. Kendalanya dia stres dan tidak mau makan, karena memang tidak biasa perjalanan jauh, makanya dia kelelahan," ucap Pucul.

Kondisi tersebut menjadi perhatian bagi pemudik lain yang berencana membawa hewan peliharaan agar mempersiapkan perjalanan dengan matang.

Penulis :
Ahmad Yusuf