
Pantau - Warga terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, tetap menunjukkan semangat menyambut Idul Fitri 2026 dengan memadati Pasar Kayu Pasak.
Pasar yang berada di Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan itu ramai sejak Rabu pagi, menjadi momen terakhir warga berbelanja kebutuhan Lebaran.
Antusiasme Tinggi Meski Terdampak Bencana
Pembeli datang dari berbagai wilayah terdampak, termasuk dari hunian sementara (huntara) yang lokasinya hanya sekitar 200 meter dari pasar.
Meski sebelumnya dilanda banjir bandang dan longsor pada November 2025, semangat warga untuk merayakan Lebaran tetap tinggi.
Penjualan Pedagang Meningkat Tajam
Salah satu pedagang kue, Ilas, mengaku omzetnya melonjak signifikan pada hari terakhir pasar.
“Rabu lalu itu kira-kira Rp3 juta, sekarang banyak, mungkin bisa Rp5 juta sampai Rp7 juta,” ujarnya.
Kue kering dijual dengan harga Rp60 ribu hingga Rp80 ribu per kilogram, dengan kue tradisional seperti bolu keras menjadi yang paling diminati.
Bumbu Rendang Jadi Buruan
Tak hanya kue, pedagang bahan pokok juga mengalami peningkatan penjualan. Permintaan tinggi terutama untuk bumbu masakan khas Lebaran seperti rendang.
Pedagang Rahman menyebut pembeli banyak mencari lengkuas, jahe, kunyit, bawang putih, hingga cabai.
“Banyak membeli bumbu untuk marandang. Lengkuas, jahe, kunyit, bawang putih, beli Rp5 ribu (masing-masing). Cabai biasa beli sekilo,” katanya.
Latar Belakang Bencana
Diketahui, bencana banjir bandang dan longsor di Kecamatan Palembayan pada akhir November 2025 menyebabkan kerusakan parah, dengan 217 unit bangunan terdampak dan 136 korban jiwa.
Namun, aktivitas pasar jelang Lebaran ini menunjukkan tanda-tanda pemulihan ekonomi dan semangat warga untuk bangkit.
- Penulis :
- Aditya Yohan
- Editor :
- Tria Dianti







