
Pantau - Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya berdiskusi dengan Yovie Widianto dan Raffi Ahmad mengenai isu strategis, termasuk upaya menjadikan Bahasa Indonesia mendunia, dalam pertemuan yang berlangsung sekitar dua jam di Kantor Sekretariat Kabinet RI.
Pertemuan tersebut menekankan pentingnya penguatan koordinasi lintas sektor dalam mendorong peran Bahasa Indonesia sebagai identitas nasional sekaligus aset global.
Bahasa Indonesia sebagai Kekuatan Identitas dan Ekonomi Kreatif
Teddy menegaskan bahwa Bahasa Indonesia tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai modal kreatif bangsa.
"Salah satu poin utama yang dibahas adalah usulan untuk menempatkan Bahasa Indonesia tidak hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai modal kreatif dan kekuatan identitas bangsa yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif," ungkapnya.
Bahasa Indonesia dipandang sebagai identitas dan jati diri bangsa yang perlu diperkenalkan secara lebih luas ke tingkat internasional.
Strategi Globalisasi Lewat Budaya Populer
Penyebaran Bahasa Indonesia diharapkan dapat dilakukan melalui media seni, film, dan musik yang memiliki daya jangkau global.
Teddy mencontohkan keberhasilan Korea Selatan dalam memperkenalkan bahasanya melalui gelombang budaya populer seperti K-Pop dan film.
"Sebagai contoh, Korea Selatan terus memperkenalkan beberapa kata dalam Bahasa Korea di seni, misalnya saranghae terjemahan aku cinta kamu, red.. Dalam Bahasa Mandarin, misalnya, ni hao terjemahan halo, red.. Xiexie terjemahan terima kasih, red..," katanya.
Ia menilai Bahasa Indonesia memiliki peluang yang sama untuk dikenal di dunia internasional melalui strategi serupa.
"Dari ratusan ribu kosakata Bahasa Indonesia, harus ada satu, dua kata yang mendunia. Melalui musik, film, dan seni. Kita sebarkan pengaruh budaya dan Bahasa Indonesia ke dunia internasional," ujar Teddy.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




