Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Kemenekraf Perkuat Transaksi UMKM Jelang Idul Fitri Lewat Promosi dan Akses Pasar

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Kemenekraf Perkuat Transaksi UMKM Jelang Idul Fitri Lewat Promosi dan Akses Pasar
Foto: (Sumber : Ilustrasi - Perajin merapikan topi anyaman daun pandan yang belum terjual di Desa Medong, Mekarjaya, Pandeglang, Banten, Senin (2/3/2026). Sebanyak 157 perajin topi anyaman daun pandan dari dua kecamatan di Pandeglang terancam kehilangan mata pencaharian setelah kerja sama ekspor dengan perusahaan mitra dihentikan sejak Februari 2026, sementara pasar lokal belum mampu menyerap produk dalam jumlah besar seperti permintaan pasar ekspor. ANTARA FOTO/Angga Budhiyanto/nz.)

Pantau - Kementerian Ekonomi Kreatif memperkuat peluang transaksi pelaku UMKM menjelang Idul Fitri dengan membuka akses promosi lebih luas serta meningkatkan visibilitas jenama lokal di berbagai platform dan kegiatan.

Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenekraf, Yuke Sri Rahayu, mengatakan, "Kementerian Ekraf memfokuskan intervensinya pada aspek akselerasi usaha, yang bertujuan menyiapkan pelaku dan jenama ekonomi kreatif untuk meningkatkan nilai tambah produk, memperkuat daya saing, serta memperluas akses pasar."

Momentum Ramadhan hingga Idul Fitri dinilai menjadi periode strategis karena meningkatnya aktivitas sosial dan konsumsi masyarakat.

Sektor fesyen mengalami peningkatan permintaan, khususnya pada busana modest wear modern yang menjadi simbol identitas dan kebersamaan saat hari raya.

Sementara itu, sektor kuliner juga tumbuh melalui budaya berbagi seperti bingkisan Lebaran serta meningkatnya minat terhadap makanan praktis seperti makanan beku untuk sahur dan takjil inovatif.

Kemenekraf melibatkan pelaku UMKM dalam berbagai kegiatan promosi dan pemasaran seperti Festival Jejak Jajanan Nusantara 2026, Imlek Festival, serta Modest Luxe by Scarf Media.

Yuke menambahkan, "Melalui kegiatan tersebut, pelaku usaha ekraf diberikan ruang untuk memperkenalkan produk, memperluas jejaring pasar, serta meningkatkan penjualan di tengah meningkatnya aktivitas konsumsi masyarakat selama Ramadhan."

Partisipasi pelaku usaha juga didorong dalam pameran seperti Garis Poetih by Ivan Gunawan, Jagat Aroma, dan Alif Raya Market.

Selain promosi, Kemenekraf fokus pada peningkatan kualitas produk, pengemasan, serta penguatan branding bagi pelaku UMKM.

Pelaku usaha juga difasilitasi untuk meningkatkan kapasitas usaha dan memperluas jejaring bisnis.

Program seperti Akselerasi Ekspor Kreasi Indonesia ASIK ditujukan untuk mendorong pelaku usaha menembus pasar global.

Sementara itu, Bedah Desain Kemasan Bedakan membantu penguatan identitas visual produk, dan Masak Bersama Master Chef MASAMO mendukung inovasi produk baru.

Kemenekraf juga memberikan eksposur tambahan melalui media sosial resmi ekraf.ri untuk memperluas jangkauan promosi produk UMKM.

Penulis :
Ahmad Yusuf