Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Ribuan Jamaah Syattariyah di Nagan Raya Rayakan Idul Fitri Lebih Awal Berdasarkan Hisab Tradisional

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Ribuan Jamaah Syattariyah di Nagan Raya Rayakan Idul Fitri Lebih Awal Berdasarkan Hisab Tradisional
Foto: (Sumber : Ribuan pengikut tarekat Syattariyah telah merayakan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah yang ditandai dengan pelaksanaan Shalat Ied di Masjid Peuleukung, Kecamatan Seunagan Timur, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, Kamis (19/2/2026) pagi. ANTARA/Teuku Dedi Iskandar..)

Pantau - Ribuan jamaah tarekat Syattariyah di Kabupaten Nagan Raya, Aceh merayakan Idul Fitri 1447 Hijriah lebih awal pada Kamis 19 Maret.

Perayaan tersebut ditandai dengan pelaksanaan Shalat Ied di Masjid Peuleukung, Kecamatan Seunagan Timur.

Jamaah merayakan Idul Fitri setelah menyelesaikan ibadah puasa Ramadhan selama 30 hari penuh.

Bupati Nagan Raya Teuku Raja Keumangan menyampaikan bahwa penetapan 1 Syawal didasarkan pada metode Hisab Bilangan Lima.

"Metode ini sudah digunakan secara turun-temurun di Nagan Raya selama lebih dari 200 tahun," ungkapnya.

Penetapan tersebut merupakan tradisi yang diwariskan oleh ulama terdahulu di wilayah tersebut.

Perbedaan Penetapan Dianggap Wajar

Terkait perbedaan penentuan hari raya dengan pemerintah atau kelompok lain, hal tersebut dinilai bukan persoalan baru di masyarakat setempat.

"Di Nagan Raya ini sudah biasa, tidak ada masalah karena sudah berlangsung ratusan tahun. Ada yang menggunakan metode rukyah, ada yang hisab. Bahkan di tingkat nasional pun perbedaan sering terjadi," ungkapnya.

Pemerintah daerah mengajak masyarakat untuk tetap menjaga keharmonisan serta saling menghargai perbedaan yang ada.

Tradisi Religius Terus Dilestarikan

Penetapan Idul Fitri lebih awal ini dinilai sebagai bagian dari kekayaan tradisi religius di Aceh, khususnya di Kabupaten Nagan Raya.

Tradisi tersebut terus dilestarikan oleh para pengikut tarekat Syattariyah hingga saat ini.

Penulis :
Aditya Yohan