
Pantau - Kementerian Pariwisata menyiapkan berbagai paket wisata untuk menyambut libur Idul Fitri 2026 guna meningkatkan mobilitas masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah.
Langkah ini dilakukan karena momen Lebaran merupakan salah satu periode dengan tingkat perjalanan tertinggi di Indonesia yang berdampak besar terhadap sektor pariwisata.
Paket Wisata dan Dukungan UMKM
Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini mengatakan peningkatan mobilitas diharapkan mampu mendorong perputaran ekonomi masyarakat.
"Kami percaya dengan adanya pergerakan ini akan terjadi dampak ekonomi atau perputaran ekonomi yang baik untuk masyarakat, terutama bagi pengusaha UMKM," ungkapnya.
Kementerian Pariwisata telah mengoordinasikan dan mengkurasi paket wisata melalui kolaborasi dengan sekitar 40 pelaku industri pariwisata.
Paket wisata tersebut difokuskan terutama bagi pengguna transportasi udara serta mendorong masyarakat untuk berwisata di dalam negeri.
Upaya ini menjadi bagian dari kampanye bangga berwisata di Indonesia sekaligus memperkuat daya tahan sektor pariwisata nasional.
Penurunan Harga Tiket dan Dukungan Transportasi
Ni Made juga menekankan pentingnya peran agen perjalanan daring dalam memberikan layanan yang berkualitas dan informasi yang akurat.
"Jika terdapat kondisi di lapangan, kami berharap hal tersebut dapat dikomunikasikan dengan baik sehingga dapat diklarifikasi sesuai dengan kebijakan yang berlaku," ujarnya.
Pemerintah juga mengupayakan penurunan harga tiket pesawat melalui berbagai kebijakan strategis.
Deputi Bidang Koordinasi Konektivitas Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Odo Manuhutu menyebut kebijakan tersebut mencakup perbaikan struktur biaya industri penerbangan dan penyesuaian tarif batas atas.
Selain itu, dilakukan penyederhanaan regulasi impor suku cadang serta penguatan rute perintis oleh pemerintah daerah.
Pemerintah juga memberikan berbagai insentif seperti diskon Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara sebesar 20 persen, diskon layanan pendaratan dan parkir pesawat hingga 50 persen, serta potongan harga avtur hingga 10 persen di 37 bandara.
Melalui kebijakan tersebut, pemerintah menargetkan penurunan harga tiket pesawat sekitar 17 hingga 18 persen guna meningkatkan akses masyarakat untuk bepergian selama libur Lebaran.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf
- Editor :
- Tria Dianti








