
Pantau - Warga Desa Agusen Optimistis Lahan Pertanian Pulih Usai Diterjang Banjir dan Longsor di Gayo Lues
Warga Desa Agusen, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, optimistis lahan pertanian akan pulih setelah terdampak banjir bandang dan tanah longsor yang merusak puluhan hektare lahan produktif.
Bencana tersebut merusak sekitar 25 hektare sawah serta 43 hektare lahan kopi dan kemiri yang menjadi sumber utama penghidupan masyarakat setempat.
Kepala Desa Agusen Ramadhan menyampaikan sebagian besar warga berprofesi sebagai petani kopi, kemiri, dan padi sehingga kerusakan lahan berdampak signifikan terhadap penghasilan mereka.
Ia mengungkapkan, "Sebagian besar warga kami bergantung pada sektor pertanian, terutama kopi, kemiri, dan padi."
Upaya Pemulihan dan Dukungan Pemerintah
Meski terdampak bencana, warga mulai membersihkan lahan secara bertahap sebagai bagian dari upaya pemulihan.
Ramadhan menyebut usulan pemulihan lahan telah diajukan ke pemerintah daerah dan diteruskan ke pemerintah pusat, termasuk kepada Kementerian Pertanian.
Ia mengatakan, "Kami yakin dengan dukungan pemerintah, lahan pertanian akan kembali produktif."
Ia juga berharap adanya jaminan penyerapan hasil panen agar kesejahteraan warga dapat meningkat pascapemulihan.
Kendala Petani dan Harapan Kebangkitan
Marina, 23 tahun, warga sekaligus petani kopi, menyebut kopi merupakan komoditas utama ekonomi desa sebelum bencana terjadi.
Ia mengungkapkan, "Sebelum bencana, hasil kopi robusta gayo bisa mencapai lebih dari 10 ton per hektare setiap musim panen."
Ia menjelaskan lahan perkebunan sempat terbengkalai karena warga mengungsi lebih dari tiga bulan hingga kondisi kebun hampir kembali menjadi hutan.
Akses jalan dan jembatan menuju kebun juga sempat rusak akibat bencana, meski kini sebagian telah kembali terhubung.
Sebagian petani sudah mulai melakukan panen meski hasilnya masih terbatas karena kondisi lahan belum sepenuhnya pulih.
Namun, masih ada petani yang belum bisa kembali ke kebun akibat akses jalan yang tertutup longsor susulan serta keterbatasan peralatan.
Marina termasuk salah satu petani yang masih menghadapi kendala tersebut dalam proses pemulihan lahannya.
Pemulihan penuh sektor pertanian di desa tersebut masih membutuhkan dukungan infrastruktur dan peralatan dari pemerintah.
Meski demikian, optimisme warga tetap terjaga untuk bangkit dan memulihkan ekonomi melalui sektor pertanian.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







