
Pantau - Ribuan umat Muslim di Kota Palu memadati Lapangan Vatulemo untuk melaksanakan salat Idul Fitri 1447 Hijriah pada Sabtu pagi, 21 Maret 2026.
Jemaah mulai berdatangan sejak pukul 06.20 Wita dengan berjalan kaki maupun menggunakan kendaraan, lalu menggelar sajadah sambil mengumandangkan takbir sebelum salat dimulai pukul 07.00 Wita.
Bertindak sebagai khatib, Ali bin Hasan Al Jufri menyampaikan pesan reflektif tentang makna perpisahan dengan bulan suci Ramadhan yang tidak menjamin setiap Muslim dapat bertemu kembali di tahun berikutnya.
"Bagi orang yang merasakan kepergian bulan suci Ramadhan, dia akan bersedih dan merasakan sesuatu yang hilang dalam dirinya. Hal ini karena tidak ada jaminan bagi kita sekalian, apakah kita bisa bertemu kembali dengan bulan Ramadhan pada tahun yang akan datang atau hanya pada tahun ini saja," ungkapnya.
Pesan Penting Usai Ramadhan
Dalam khutbahnya, Ali menekankan bahwa ibadah puasa bertujuan meningkatkan amal ibadah yang pahalanya dilipatgandakan oleh Allah Swt.
Ia juga menyebut puasa melatih kejujuran, baik kepada diri sendiri, sesama manusia, maupun kepada Allah, meskipun tidak ada orang lain yang mengetahui perbuatan seseorang saat berpuasa.
Selain itu, puasa mengajarkan kedisiplinan dalam mengatur waktu dan kehidupan serta menghindari perilaku boros dalam keseharian.
"Ramadhan mengajarkan kita untuk mengatur waktu, mengendalikan diri, dan tidak boros. Allah menyukai hamba yang mampu mengatur kehidupannya dengan baik dan tidak menyukai pemborosan," katanya.
Ajakan Perkuat Solidaritas dan Zakat
Ali juga menyoroti pentingnya menumbuhkan solidaritas sosial melalui pengalaman menahan lapar dan haus selama Ramadhan agar lebih peduli terhadap sesama yang membutuhkan.
Ia mengingatkan jemaah untuk menunaikan zakat fitrah dan zakat mal sebagai bagian dari penyempurnaan ibadah serta menjaga ketakwaan setelah Ramadhan berakhir.
Di akhir khutbah, ia mengajak umat Islam berharap agar seluruh amal ibadah diterima dan dosa diampuni oleh Allah Swt.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








