
Pantau - Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla menyoroti wacana pemotongan gaji menteri dengan menekankan pentingnya mempertimbangkan aspek proporsionalitas dalam kebijakan efisiensi anggaran negara.
Gaji Menteri Dinilai Tidak Tinggi
Usai melaksanakan Shalat Idul Fitri di Jakarta, JK menyebut besaran gaji menteri saat ini relatif kecil dibandingkan pejabat di sektor lain.
"Gaji menteri itu cuma sekitar Rp19 juta. Kalau dipotong lagi, tinggal berapa yang diterima?” ungkapnya.
Ia membandingkan dengan gaji pejabat di BUMN dan anggota DPR yang dinilai jauh lebih tinggi.
"Jauh lebih tinggi gaji di BUMN dibandingkan menteri. DPR juga jauh lebih tinggi. Ini hanya untuk diketahui saja," ujarnya.
Efisiensi Anggaran Jadi Latar Belakang
JK juga menegaskan bahwa menteri tidak menerima tunjangan seperti yang sering diasumsikan publik.
"Tidak ada tunjangan. Hanya ada biaya operasional, itu saja," katanya.
Wacana pemotongan gaji pejabat negara muncul sebagai bagian dari langkah efisiensi anggaran di tengah tekanan ekonomi global.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya menyatakan dukungan terhadap usulan tersebut sebagai bentuk solidaritas dalam penghematan belanja negara.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







