Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Jusuf Kalla Soroti Wacana Pemotongan Gaji Menteri dan Tekankan Aspek Proporsionalitas

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Jusuf Kalla Soroti Wacana Pemotongan Gaji Menteri dan Tekankan Aspek Proporsionalitas
Foto: (Sumber : Mantan Wakil Presiden ke 10 dan 12 Jusuf Kalla bersilaturahmi dengan sejumlah tokoh dan Didiet Prabowo, Putra Presiden Prabowo usai Shalat Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 di Lapangan Masjid Agung Al Azhar, Jakarta, Sabtu (21/3/2026). ANTARA/HO-Humas Jusuf Kalla/aa.)

Pantau - Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla menyoroti wacana pemotongan gaji menteri dengan menekankan pentingnya mempertimbangkan aspek proporsionalitas dalam kebijakan efisiensi anggaran negara.

Gaji Menteri Dinilai Tidak Tinggi

Usai melaksanakan Shalat Idul Fitri di Jakarta, JK menyebut besaran gaji menteri saat ini relatif kecil dibandingkan pejabat di sektor lain.

"Gaji menteri itu cuma sekitar Rp19 juta. Kalau dipotong lagi, tinggal berapa yang diterima?” ungkapnya.

Ia membandingkan dengan gaji pejabat di BUMN dan anggota DPR yang dinilai jauh lebih tinggi.

"Jauh lebih tinggi gaji di BUMN dibandingkan menteri. DPR juga jauh lebih tinggi. Ini hanya untuk diketahui saja," ujarnya.

Efisiensi Anggaran Jadi Latar Belakang

JK juga menegaskan bahwa menteri tidak menerima tunjangan seperti yang sering diasumsikan publik.

"Tidak ada tunjangan. Hanya ada biaya operasional, itu saja," katanya.

Wacana pemotongan gaji pejabat negara muncul sebagai bagian dari langkah efisiensi anggaran di tengah tekanan ekonomi global.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya menyatakan dukungan terhadap usulan tersebut sebagai bentuk solidaritas dalam penghematan belanja negara.

Penulis :
Ahmad Yusuf