Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Lebaran Hadirkan Tekanan Sosial untuk Bahagia di Tengah Realitas Emosi yang Beragam

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Lebaran Hadirkan Tekanan Sosial untuk Bahagia di Tengah Realitas Emosi yang Beragam
Foto: (Sumber : Presiden Prabowo Subianto (kedua kiri) bersama putranya, Didit Hediprasetyo (ketiga kiri) dan Mensesneg Prasetyo Hadi (kiri) menyapa warga dalam halalbihalal Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Sabtu (21/3/2026). Presiden Prabowo menggelar open house tersebut dengan kapasitas sekitar 5.000 orang yang berlangsung pada siang hingga sore hari. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/app/rwa..)

Pantau - Momen Idul Fitri tidak hanya menghadirkan kebahagiaan, tetapi juga tekanan sosial bagi masyarakat untuk terlihat bahagia di tengah kondisi emosional yang beragam.

Tulisan telaah ini menyoroti fenomena di mana ekspresi bahagia saat Lebaran seolah menjadi kewajiban sosial yang harus ditampilkan oleh setiap individu.

Konsep Kerja Emosional Saat Lebaran

Fenomena ini berkaitan dengan konsep emotional labor yang diperkenalkan sosiolog Arlie Russell Hochschild dalam karyanya The Managed Heart.

Konsep tersebut menjelaskan bagaimana individu mengelola emosi agar sesuai dengan harapan sosial, termasuk dalam momen Lebaran.

Pada hari raya, masyarakat diharapkan menunjukkan perasaan bahagia, saling memaafkan, dan menampilkan kedamaian secara terbuka.

Realitas Emosi yang Tidak Selalu Sejalan

Namun, tidak semua orang merasakan kebahagiaan yang sama saat Lebaran.

Sebagian menghadapi tekanan ekonomi, pertanyaan pribadi dari keluarga, hingga perasaan gagal memenuhi ekspektasi.

“Bahwa di balik senyum-senyum yang kita lihat, ada berbagai cerita yang tidak selalu terlihat. Bahwa di balik pelukan-pelukan hangat, ada emosi yang kadang masih belum sepenuhnya selesai.”

Tulisan ini menegaskan adanya paradoks antara makna personal Lebaran sebagai momen refleksi dengan tuntutan sosial untuk menampilkan kebahagiaan di hadapan orang lain.

Penulis :
Aditya Yohan