
Pantau - Melani Budianta menekankan pentingnya pembentukan sumber daya manusia yang berakar pada budaya bangsa dalam Forum Diskusi Denpasar 12 yang digelar secara daring di Jakarta.
Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia itu menyatakan bahwa SDM yang berlandaskan budaya lokal menjadi pembeda sekaligus kekuatan di tengah derasnya arus globalisasi.
Ia mengkritisi pandangan sempit yang menganggap kebudayaan hanya sebatas kesenian, artefak, atau komoditas pariwisata.
Ia menegaskan, "Kebudayaan itu adalah cara manusia mengelola dan memaknai semesta. Mengenai kehidupannya, berelasi dengan alam, sesama manusia, dan juga berelasi dengan yang sifatnya transcendent," ungkapnya.
Pergeseran Bahasa dan Identitas Budaya
Melani menyoroti pergeseran penggunaan bahasa dalam pendidikan usia dini yang mulai menggantikan istilah lokal dengan istilah asing.
Ia menilai kondisi tersebut dapat mengurangi identitas serta nilai keramah-tamahan yang menjadi ciri khas budaya Indonesia.
Menurutnya, pelestarian bahasa daerah sangat penting karena berkaitan erat dengan pengetahuan lokal tentang alam dan pengobatan tradisional.
Ia menyebut bahwa hilangnya satu bahasa berarti hilangnya sistem pengetahuan yang terkandung di dalamnya.
Peran Inovasi dan Pendidikan Humaniora
Melani menjelaskan bahwa pendidikan arkeologi dan sejarah tidak hanya berfungsi untuk mengenang masa lalu, tetapi juga memperbarui warisan budaya agar tetap relevan.
Ia mencontohkan inovasi seperti Sound of Borobudur sebagai bentuk pemanfaatan warisan budaya secara kreatif untuk kepentingan masa depan.
Ia menyampaikan, "Jadi bagaimana warisan masa lalu itu, warisan budaya itu perlu dibudayakan untuk dihidupi lagi di masa kini, tapi tidak untuk lestarikan saja, tapi dimutakhirkan melalui inovasi, melalui industri, melalui kreativitas apapun," jelasnya.
Melani menambahkan bahwa pendidikan seni dan humaniora memiliki peran strategis dalam membangun kepekaan kemanusiaan serta kohesi sosial di masyarakat.
Ia juga menilai seni dapat menjadi sarana penyembuhan konflik melalui berbagai bentuk ekspresi.
Sebagai penutup, ia menekankan pentingnya keteladanan pemimpin nasional dalam menanamkan nilai budaya serta mendorong penerapan nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari guna membangun jati diri bangsa.
- Penulis :
- Arian Mesa





