
Pantau - Empat bulan setelah bencana banjir dan longsor besar melanda Sumatera pada akhir 2025, fase tanggap darurat dinyatakan hampir selesai, sementara tahap rekonstruksi permanen mulai berjalan.
Pemulihan Darurat Tunjukkan Kemajuan
Bencana yang berdampak di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat itu menyebabkan lebih dari 2 juta orang mengungsi serta merusak hampir 99 ribu rumah.
Namun, sejumlah indikator pemulihan menunjukkan progres signifikan:
- Pengungsi di tenda turun drastis menjadi 171 orang
- Jalan nasional pulih 100 persen
- Fasilitas kesehatan, listrik, dan telekomunikasi hampir sepenuhnya normal
- Kegiatan belajar mengajar kembali berjalan di seluruh sekolah terdampak
Meski demikian, Aceh masih menjadi wilayah dengan dampak paling besar dan membutuhkan perhatian khusus.
Tantangan Besar di Fase Rekonstruksi
Memasuki tahap rekonstruksi, pemerintah menargetkan pembangunan 36.669 rumah permanen. Namun hingga kini baru sekitar 110 unit yang selesai.
Kendala utama bukan pada anggaran, melainkan validasi data penerima bantuan di tingkat daerah yang belum tuntas.
Selain itu:
- Pembangunan hunian sementara baru mencapai sekitar 84 persen
- Normalisasi sungai masih di bawah 50 persen
- Rehabilitasi lahan pertanian baru sekitar 3 persen
Butuh Waktu dan Anggaran Besar
Total kebutuhan anggaran rekonstruksi diperkirakan mencapai Rp130 triliun dalam waktu tiga tahun.
Pemerintah pusat telah menyiapkan berbagai dukungan, termasuk tambahan dana transfer daerah serta bantuan sosial bagi ratusan ribu warga terdampak.
Keberhasilan pemulihan Sumatera ke depan sangat bergantung pada koordinasi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat dalam mempercepat proses rekonstruksi.
- Penulis :
- Aditya Yohan







