Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Arus Balik H+7, Ribuan Pemilir Padati Pelabuhan Bakauheni hingga Dini Hari

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Arus Balik H+7, Ribuan Pemilir Padati Pelabuhan Bakauheni hingga Dini Hari
Foto: (Sumber: Pemilir pejalan kaki masih terus berdatangan di Pelabuhan Bakauheni, Lampung pada H+7 atau Minggu dini hari. ANTARA/Riadi Gunawan.)

Pantau - Ribuan penumpang pejalan kaki dan kendaraan pribadi masih memadati Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, pada arus balik H+7 Lebaran 2026 hingga Minggu dini hari.

Sejak Sabtu pukul 23.00 WIB hingga Minggu pukul 00.30 WIB, arus pemilir yang hendak menyeberang ke Pelabuhan Merak terus berdatangan.

Kepadatan kendaraan membuat petugas kepolisian, TNI, dan ASDP sibuk mengatur lalu lintas di dalam kawasan pelabuhan.

Penumpang pejalan kaki juga terus berdatangan hingga dini hari.

Sebagian pemilir memilih melakukan perjalanan malam untuk segera kembali bekerja.

Sebagian lainnya berangkat malam guna menghindari kepadatan puncak pada siang hari.

Puncak arus balik di Pelabuhan Bakauheni terjadi pada H+6 hingga H+7 Lebaran.

Seorang petugas menyampaikan, “Prediksi kami jumlah kendaraan yang menyeberang menuju pulau Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni mencapai 25.000 hingga 27 ribu kendaraan pada puncak arus balik gelombang kedua ini.”

Untuk mengatasi lonjakan kendaraan, diterapkan sejumlah strategi seperti delay system, skrining tiket, dan skema Tiba Bongkar Berangkat.

“Saya sampaikan jumlah yang sudah reservasi penumpang dari pukul 00.00 WIB sampai dengan 15.30 WIB pada hari ini sudah mencapai 18 ribu kendaraan, saya meyakini bahwa karakteristik penumpang yang melakukan perjalanan malam hari masih tinggi. Kami akan memberlakukan skema TBB,” ujarnya.

Pemerintah menyatakan arus mudik dan arus balik tahun ini berjalan dengan baik.

“Baik arus mudik maupun balik tahun ini berjalan dengan baik. Dari Bakauheni, masih tersisa sekitar 30 persen pemudik. Seluruh skema telah disiapkan, mulai dari buffer zone, delaying system, hingga kapal tambahan, sehingga kepadatan dapat diurai dalam dua hari ke depan,” katanya.

Penulis :
Gerry Eka