Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

BKSAP DPR Akan Bawa Isu Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon ke Forum Parlemen Dunia

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

BKSAP DPR Akan Bawa Isu Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon ke Forum Parlemen Dunia
Foto: (Sumber : Ketua BKSAP DPR RI, Syahrul Aidi Maazat. Foto: Jaka/Karisma.)

Pantau - BKSAP DPR RI akan mengangkat kasus gugurnya prajurit TNI dalam misi UNIFIL di Lebanon ke forum parlemen dunia guna mendorong akuntabilitas internasional, Rabu (1/4/2026).

Langkah tersebut diambil menyusul tewasnya tiga prajurit TNI dan dua lainnya luka berat dalam insiden di Lebanon Selatan pada 30 Maret 2026.

Desak Investigasi dan Akuntabilitas Internasional

Ketua BKSAP DPR RI Syahrul Aidi Maazat mengecam keras tindakan yang diduga dilakukan militer Israel dan mendesak adanya penyelidikan independen dan transparan.

Ia menegaskan, "Setiap prajurit adalah nyawa yang tak tergantikan. Mereka bukan sekadar angka dalam statistik misi perdamaian. Harus ada jaminan perlindungan maksimal serta akuntabilitas tegas atas setiap insiden yang merenggut nyawa mereka."

Menurutnya, insiden tersebut tidak boleh dianggap sebagai risiko biasa dalam misi perdamaian, melainkan harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap sistem perlindungan pasukan.

Ia mengungkapkan, "Kita mendukung peran aktif Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia. Namun, dukungan tersebut harus diiringi dengan sistem perlindungan yang kuat, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan secara internasional."

Angkat Isu ke Forum Internasional

BKSAP DPR RI berencana membawa persoalan ini ke forum Inter-Parliamentary Union (IPU) dan berbagai forum parlemen multilateral lainnya.

Syahrul menyatakan, "Kami akan memastikan bahwa isu ini menjadi perhatian dunia. Perlindungan pasukan perdamaian harus menjadi prioritas kolektif global, dan setiap pelanggaran harus ditindak secara tegas melalui mekanisme hukum internasional."

Selain itu, BKSAP juga akan menjalin komunikasi dengan parlemen negara anggota UNIFIL lainnya guna membangun aliansi internasional dalam memperkuat standar keselamatan pasukan perdamaian.

Upaya tersebut diharapkan dapat mendorong pembentukan mekanisme perlindungan yang lebih responsif di wilayah konflik serta mencegah terulangnya insiden serupa di masa depan.

Penulis :
Aditya Yohan