Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

KPPPA Dorong Kolaborasi Multi-Pihak untuk Optimalkan Tumbuh Kembang Anak Usia Dini di Indonesia

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

KPPPA Dorong Kolaborasi Multi-Pihak untuk Optimalkan Tumbuh Kembang Anak Usia Dini di Indonesia
Foto: (Sumber : Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Wamen PPPA) Veronica Tan. ANTARA/HO-KemenPPPA)

Pantau - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak usia dini sebagai fondasi pembangunan nasional.

Kolaborasi Jadi Kunci Pengembangan Anak

Wakil Menteri PPPA Veronica Tan mengajak seluruh pihak mulai dari pemerintah, masyarakat, dunia usaha hingga filantropi untuk memperkuat sinergi dalam membangun ekosistem anak.

"Saya mengajak seluruh pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat, dunia usaha, hingga filantropi, untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun ekosistem pengembangan anak. Masa depan anak Indonesia hanya dapat diwujudkan melalui aksi bersama yang terintegrasi, dengan fokus pada penguatan pengasuhan, gizi, ketahanan keluarga, dan lingkungan yang aman," katanya.

Ia menegaskan peningkatan kualitas anak harus dilakukan secara terintegrasi mencakup aspek pengasuhan, kesehatan, pendidikan, dan perlindungan.

"Jika kita serius membangun masa depan Indonesia, maka kita harus serius berinvestasi pada fase awal kehidupan anak," ujarnya.

Tantangan dan Pentingnya Investasi Dini

Veronica menyebut hingga 90 persen perkembangan otak anak terjadi sebelum usia lima tahun sehingga fase ini menjadi sangat krusial.

Namun, ia mengakui masih terdapat berbagai tantangan seperti stunting, keterbatasan akses pendidikan, dan lemahnya lingkungan pengasuhan.

"Namun demikian, masih banyak tantangan yang dihadapi Indonesia seperti stunting, keterbatasan akses layanan pendidikan, serta lemahnya lingkungan pengasuhan. Selain itu, sistem yang masih terfragmentasi masih menjadi hambatan dalam menghadirkan layanan yang optimal bagi anak," katanya.

Sementara itu, CEO Tanoto Foundation Benny Lee menyebut Indonesia memiliki sekitar 31 juta anak usia dini yang menentukan masa depan bangsa.

Ia menambahkan masih tingginya angka malnutrisi dan rendahnya akses layanan dasar membuat banyak anak belum siap secara kognitif dan sosial saat memasuki sekolah.

Menurutnya, diperlukan langkah terintegrasi lintas sektor untuk memperkuat koordinasi dan menyelaraskan investasi dalam pengembangan anak usia dini.

Penulis :
Ahmad Yusuf