Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Wakil Ketua DPR Kecam Gugurnya Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Wakil Ketua DPR Kecam Gugurnya Tiga Prajurit TNI di Lebanon
Foto: (Sumber : Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati. (foto: ist).)

Pantau - Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati menyampaikan belasungkawa atas gugurnya tiga prajurit TNI yang bertugas sebagai pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon Selatan. Ketiganya dilaporkan tewas akibat ledakan yang diduga berasal dari serangan Israel.

“Bangsa Indonesia berduka atas gugurnya tiga prajurit TNI dalam tugas mulia menjaga perdamaian dunia,” ujar Sari Yuliati dalam pernyataan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu.

Sari menegaskan bahwa tindakan yang merenggut nyawa prajurit tersebut harus dikecam keras karena mereka tengah menjalankan misi perdamaian internasional.

Tiga prajurit yang gugur adalah Mayor Inf (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anumerta) M. Nur Ichwan, dan Kopda (Anumerta) Farizal Rhomadhon.

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menyatakan negara akan memberikan penghormatan atas jasa para prajurit tersebut serta memastikan pengorbanan mereka tidak dilupakan.

Insiden ini menambah daftar korban dari kontingen Indonesia yang bertugas dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

Serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian terjadi secara beruntun dalam sepekan terakhir.

Serangan pertama terjadi pada Minggu (29/3) yang menyasar markas Kontingen Garuda TNI di Adchit al-Qusayr, Lebanon Selatan. Ledakan mortar tersebut menyebabkan Kopda Farizal Rhomadhon gugur dan tiga prajurit lainnya mengalami luka-luka. Saat kejadian, Farizal dilaporkan sedang menunaikan salat di masjid markas.

Sehari kemudian, Senin (30/3), serangan kembali terjadi di wilayah Bani Hayyan. Ledakan yang menghantam kendaraan logistik menyebabkan Mayor Zulmi Aditya Iskandar dan Serka M. Nur Ichwan gugur. Dua prajurit lainnya juga mengalami luka dalam insiden tersebut.

Serangan berikutnya terjadi pada Jumat (3/4) malam di Pos UNIFIL El Adeisse. Ledakan tersebut menyebabkan tiga prajurit TNI terluka, dua di antaranya mengalami cedera serius.

Sari Yuliati menegaskan insiden ini harus menjadi perhatian serius dunia internasional karena menyasar pasukan penjaga perdamaian yang bertugas menjaga stabilitas kawasan.

Penulis :
Aditya Yohan