
Pantau - Pemerintah Kota Jakarta Timur bekerja sama dengan pihak swasta Naiju membina 30 siswa penerima Kartu Jakarta Pintar untuk dipersiapkan masuk perguruan tinggi negeri melalui program intensif lanjutan.
Program ini merupakan kelanjutan dari kegiatan try out KJP yang sebelumnya telah dilaksanakan sebanyak lima kali secara gratis untuk siswa kelas 3 SMA negeri.
Wali Kota Jakarta Timur Munjirin menyampaikan, "Alhamdulillah, hari ini saya bisa menghadiri program Intensif Naiju. Ini adalah lanjutan dari program try out KJP yang sudah kita laksanakan bersama. Siswa-siswa KJP kita fasilitasi try out gratis, dan yang terbaik kita lanjutkan ke tahap intensif."
Dari hasil try out sebelumnya, sebanyak 15 siswa telah berhasil mendapatkan panggilan melalui jalur undangan ke perguruan tinggi negeri.
Antusiasme Tinggi, Kuota Peserta Ditambah
Program intensif awalnya dirancang untuk 20 siswa, namun ditambah menjadi 30 peserta karena tingginya antusiasme dari sekolah dan orang tua.
Munjirin menjelaskan, "Awalnya kuota 20, tapi karena banyak permintaan dari sekolah dan orang tua, akhirnya ditambah menjadi 30 siswa. Harapannya, baik yang sudah jalur undangan maupun yang ikut intensif ini, semuanya bisa lolos ke PTN."
Program intensif berlangsung selama 20 hari dengan pembinaan langsung berupa pendalaman materi dan pendampingan proses pendaftaran perguruan tinggi negeri.
Pemerintah Kota Jakarta Timur berharap program ini dapat berlanjut setiap tahun dan menjadi kebijakan resmi di tingkat provinsi.
Munjirin mengatakan, "Mudah-mudahan program ini bisa berlanjut setiap tahun, bahkan menjadi kebijakan di tingkat provinsi."
Pembinaan dan Fasilitas Ditanggung Penuh
Pembina Yayasan Indonesia Pintar Berkeadilan Sosial Taufik Rendusara menegaskan bahwa keberhasilan masuk PTN tidak hanya ditentukan kecerdasan, tetapi juga proses pembinaan.
Taufik menyampaikan, "Masuk PTN favorit itu bukan hanya soal pintar, tapi bagaimana kemampuan itu diasah, diasih, dan diasuh. Rata-rata nilai yang dibutuhkan sekitar 700."
Program ini merupakan inisiatif yang berasal dari aspirasi masyarakat yang diserap langsung oleh Wali Kota Jakarta Timur.
Taufik menjelaskan, "Ini berawal dari inisiatif Pak Wali Kota setelah turun ke warga. Pendidikan adalah pintu untuk mengatasi kemiskinan, jadi program ini kami jalankan bersama."
Seluruh biaya program intensif ditanggung oleh pihak Naiju, termasuk kegiatan belajar, konsumsi, transportasi, hingga biaya pendaftaran kuliah bagi siswa yang lolos.
Taufik menyatakan, "Kami siapkan semua, dari makan, minum, transportasi, sampai biaya pendaftaran kuliah bagi yang diterima. Ini 100 persen gratis."
Kegiatan pembelajaran berlangsung dari pukul 08.00 WIB hingga 15.00 WIB dan diperpanjang hingga pukul 18.00 WIB atas permintaan peserta.
Program ini diharapkan dapat masuk dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah dan dianggarkan dalam APBD 2027 agar berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak siswa.
Pemerintah Kota Jakarta Timur optimistis program ini dapat membantu siswa kurang mampu menembus perguruan tinggi negeri dan meningkatkan taraf hidup di masa depan.
- Penulis :
- Arian Mesa








