HOME  ⁄  Nasional

Bulog Pastikan Kemasan Beras Tetap Aman di Tengah Isu Kelangkaan Biji Plastik

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Bulog Pastikan Kemasan Beras Tetap Aman di Tengah Isu Kelangkaan Biji Plastik
Foto: (Sumber : Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani (kanan) mengikuti rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI di Jakarta, Selasa (7/4/2026). ANTARA/Harianto.)

Pantau - Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memastikan ketersediaan kemasan beras tetap aman meski muncul isu kelangkaan biji plastik akibat dinamika geopolitik global di kawasan Timur Tengah.

Pernyataan tersebut disampaikan Rizal usai rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI di Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Stok Kemasan Masih Aman untuk Distribusi

Rizal menegaskan Bulog masih memiliki stok bahan kemasan plastik yang cukup untuk mendukung distribusi beras kepada masyarakat.

Ia mengatakan, "Kebetulan Bulog masih ada stoknya untuk menghadapi kebutuhan-kebutuhan plastik itu."

Menurutnya, sebagian besar produk Bulog merupakan program pelayanan publik atau public service obligation (PSO) sehingga distribusi beras untuk masyarakat tetap menjadi prioritas.

Ia mengungkapkan, "Kalau kita kan rata-rata produknya itu adalah yang produk PSO, berasnya untuk rakyat, bukan untuk jual."

Ia menambahkan, "Dan, Alhamdulillah sementara masih ada stok (kemasan beras)."

Meski tidak merinci jumlah pasti, Bulog memastikan ketersediaan kemasan masih mencukupi dalam waktu dekat.

Antisipasi Gangguan Pasokan dan Program Bantuan

Bulog juga menyiapkan langkah antisipatif guna menghadapi potensi gangguan pasokan bahan baku plastik di masa mendatang.

Terkait program beras SPHP kemasan 2 kilogram, Rizal memastikan pengadaan tetap berjalan karena kontrak telah dilakukan sejak awal tahun.

Ia menjelaskan, "Nah itu, kan sudah kontrak, kan mereka sudah kontrak sesuai dengan tahun."

Ia menambahkan, "Kan biasanya program di awal tahun. Itu sudah kontrak di awal tahun."

Bulog menargetkan penyaluran beras program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) sebanyak 828 ribu ton sepanjang 2026.

Selain itu, Bulog juga menyalurkan bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng kepada 33,2 juta keluarga penerima manfaat untuk alokasi Februari dan Maret 2026.

Distribusi bantuan tersebut kembali berjalan sejak akhir Maret dan ditargetkan rampung pada akhir April 2026 setelah sempat ditunda selama periode Ramadhan dan Idul Fitri.

Dengan kondisi tersebut, Bulog optimistis distribusi beras nasional tetap berjalan lancar di tengah tantangan pasokan bahan baku industri pendukung.

Penulis :
Aditya Yohan