HOME  ⁄  Nasional

Perayaan Paskah Nasional 2026 di Manado Dimeriahkan Choky Sihotang dan Maria Shandi

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Perayaan Paskah Nasional 2026 di Manado Dimeriahkan Choky Sihotang dan Maria Shandi
Foto: (Sumber : Perayaan Paskah Nasional 2026 yang digelar di Pohon Kasih Megamas Kota Manado, Sulut, diikuti puluhan ribu jemaat dari berbagai denominasi gereja, Rabu (8/4/2026). Antara/Nancy Tigauw.)

Pantau - Presenter Choky Sihotang bersama penyanyi rohani Maria Shandi dan Yeshua Abraham memeriahkan perayaan Paskah Nasional 2026 yang digelar di kawasan Pohon Kasih Megamas, Kota Manado, Sulawesi Utara, Rabu.

Ribuan Jemaat Hadiri Paskah Nasional

Perayaan tersebut dihadiri sekitar 10.000 jemaat dari berbagai denominasi gereja di Sulawesi Utara serta utusan dari sejumlah daerah di Indonesia.

Sejumlah tokoh nasional turut hadir, di antaranya Utusan Khusus Presiden Hashim Djojohadikusumo, Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin, Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus, serta tokoh lainnya seperti Theo Sambuaga dan EE Mangindaan.

Choky Sihotang mengaku bangga dapat kembali hadir dalam perayaan tersebut di Manado yang dinilainya menjunjung tinggi toleransi antarumat beragama.

"Kota Manado bagaikan rumah kedua bagi saya. Salam sejahtera untuk jemaat di Manado dan sekitarnya," kata Choky.

Penampilan Maria Shandi dengan lagu "Sentuh Hatiku" dan "Kupercaya Janji Mu" serta Yeshua Abraham dengan lagu "Aku Percaya Engkau Bekerja" dan "Waktu Tuhan Pasti yang Terbaik" mendapat sambutan meriah dari jemaat.

Pesan Perdamaian dan Toleransi

Ketua Panitia Paskah Nasional 2026 Recky Langie menyebut kegiatan tersebut merupakan prakarsa tokoh nasional Hashim Djojohadikusumo untuk digelar di Manado.

"Kami meyakini dengan suksesnya Paskah Nasional di Sulut bisa membawa pesan perdamaian hingga ke seluruh dunia bahwa pentingnya hidup damai setiap umat manusia," ungkapnya.

Perayaan ini juga diisi dengan doa bersama yang dipimpin perwakilan enam agama, yakni Kristen Protestan, Katolik, Islam, Hindu, Buddha, dan Konghucu sebagai simbol kerukunan.

Informasi tambahan menyebutkan pemerintah turut mendukung kegiatan keagamaan nasional ini sebagai bagian dari upaya memperkuat persatuan dan toleransi di Indonesia.

Penulis :
Ahmad Yusuf