HOME  ⁄  Nasional

BMKG Sebut 1.378 Gempa Susulan di Maluku Utara Masih Berlangsung, Diprediksi Mereda dalam 2-3 Pekan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

BMKG Sebut 1.378 Gempa Susulan di Maluku Utara Masih Berlangsung, Diprediksi Mereda dalam 2-3 Pekan
Foto: (Sumber : Peta sebaran getaran gempa bumi susulan di Maluku Utara, Gorontalo dan Sulawesi Utara yang terdeteksi sensor Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Kamis (9/4/2026). Getaran gempa sebelumnya bermagnitudo 7,6 terjadi dan dirasakan masyarakat hingga menimbulkan dampak kerusakan juga satu orang korban jiwa pada Kamis (2/4/2026). ANTARA/HO-Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG..)

Pantau - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 1.378 gempa susulan terjadi pascagempa magnitudo 7,6 di Maluku Utara sejak 2 April 2026, dengan aktivitas seismik diperkirakan baru akan meluruh sepenuhnya dalam dua hingga tiga pekan.

Aktivitas Gempa Masih Fluktuatif

Deputi Bidang Geofisika BMKG Nelly Florida Riama mengatakan meskipun tren gempa menunjukkan penurunan, intensitasnya masih bersifat fluktuatif dan dapat sesekali dirasakan masyarakat.

“Meskipun tren menunjukkan penurunan, intensitas gempa selama masa peluruhan ini bersifat fluktuatif, sehingga getaran yang dirasakan sesekali mungkin masih muncul sebelum kondisi benar-benar stabil,” ujarnya.

BMKG mencatat dari total gempa susulan tersebut, sebanyak 25 kejadian di antaranya dirasakan oleh masyarakat hingga Kamis pagi.

Data harian menunjukkan penurunan jumlah gempa dari 394 kejadian pada hari pertama, menjadi 91 kejadian pada hari keenam, dan 63 kejadian pada hari ketujuh setelah gempa utama.

Dampak Gempa dan Upaya Mitigasi

BMKG menjelaskan seluruh aktivitas gempa merupakan bagian dari proses peluruhan energi tektonik yang diproyeksikan mereda dalam beberapa pekan ke depan.

Hasil survei makroseismik menunjukkan guncangan tertinggi mencapai skala VII MMI di Kecamatan Pulau Batang Dua, sesuai peta guncangan yang telah dirilis.

Selain itu, ditemukan jejak rendaman tsunami setinggi 0,5 hingga 1,5 meter di sejumlah wilayah seperti Bitung, Pulau Lembeh, Minahasa Utara, dan Minahasa Tenggara.

BMKG juga terus melakukan validasi lapangan bersama tim gabungan serta pengukuran mikrozonasi untuk memetakan potensi likuefaksi dan longsor.

Sebelumnya, gempa utama berdampak pada satu korban meninggal dunia di Manado, satu orang luka ringan, serta 16 keluarga terdampak di Kabupaten Minahasa, disertai kerusakan infrastruktur di beberapa wilayah.

BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada dan tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan selama masa pemulihan.

Penulis :
Ahmad Yusuf