HOME  ⁄  Nasional

Gunung Lewotobi Laki-laki Kembali Meletus, Kolom Abu Capai 500 Meter dan Warga Diminta Waspada

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Gunung Lewotobi Laki-laki Kembali Meletus, Kolom Abu Capai 500 Meter dan Warga Diminta Waspada
Foto: (Sumber : Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur, Nusa Tenggata Timur. ANTARA/HO-Badan Geologi.)

Pantau - Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur kembali mengalami erupsi pada Jumat, 10 April 2026 pukul 07.24 Wita dengan kolom abu mencapai sekitar 500 meter di atas puncak, berdasarkan laporan Badan Geologi.

Erupsi Terekam Seismogram dan Sebaran Abu

Pelaksana tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menyampaikan erupsi tersebut terekam di seismogram PGA Lewotobi.

Ia mengungkapkan bahwa kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas sedang dan mengarah ke timur laut.

Aktivitas erupsi tercatat memiliki amplitudo maksimum 7,4 mm dengan durasi sekitar 2 menit 47 detik.

Erupsi ini menambah rangkaian aktivitas vulkanik sebelumnya setelah letusan terakhir terjadi pada Maret 2026.

Gunung Lewotobi Laki-laki diketahui memiliki karakter erupsi eksplosif yang menghasilkan material pijar, abu, lava, hingga awan panas.

Data satelit dari Pos Pengamatan Gunung Api menunjukkan pola deflasi yang menandakan tidak adanya suplai magma besar dari dalam.

Status Waspada dan Imbauan untuk Masyarakat

Status gunung saat ini berada pada Level II atau waspada.

Masyarakat dan wisatawan direkomendasikan untuk tidak beraktivitas dalam radius 4 kilometer dari pusat erupsi.

Warga diminta tetap tenang dan mengikuti arahan pemerintah daerah serta tidak mudah mempercayai informasi yang tidak jelas sumbernya.

Masyarakat juga diimbau mewaspadai potensi banjir lahar hujan, terutama di wilayah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.

Risiko banjir lahar meningkat saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

Warga terdampak hujan abu dianjurkan menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut.

Secara historis, gunung ini memiliki periode erupsi yang bervariasi antara satu hingga 29 tahun.

Erupsi besar sebelumnya terjadi pada November 2024 serta periode Maret hingga Oktober 2025.

Pada Maret 2025, letusan besar menghasilkan kolom abu mencapai 8 hingga 10 kilometer.

Aktivitas kemudian berlanjut hingga Oktober 2025 dengan puluhan erupsi dalam satu pekan.

Dampak erupsi sebelumnya menyebabkan lebih dari 500 kepala keluarga mengungsi.

Relokasi dilakukan berdasarkan kajian Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan Badan Geologi karena rumah warga rusak berat dan berada di kawasan rawan bencana.

Penulis :
Aditya Yohan