
Pantau - Kementerian Pariwisata meningkatkan pengawasan kegiatan wisata di sekitar gunung api dengan memperkuat koordinasi bersama instansi terkait guna memastikan keselamatan wisatawan dan pendaki.
Langkah tersebut dilakukan setelah insiden erupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, yang menimbulkan korban jiwa pada Mei 2026.
Pengawasan Jalur Pendakian Diperketat
Kementerian Pariwisata menyatakan prioritas utama saat ini adalah memastikan koordinasi dengan BASARNAS dan tim SAR berjalan cepat dalam menghadapi situasi darurat di kawasan wisata gunung api.
“Prioritas utama kami saat ini adalah memastikan koordinasi dengan BASARNAS dan tim SAR berjalan cepat,” ungkap Kementerian Pariwisata.
Selain itu, kementerian akan berkoordinasi dengan pengelola objek wisata alam untuk memperketat pengawasan di pintu masuk jalur pendakian gunung berapi.
Langkah tersebut bertujuan memastikan tidak ada wisatawan atau pendaki yang memasuki kawasan pendakian saat status gunung berada pada level waspada maupun siaga.
Kementerian juga akan melakukan audit terhadap para pemandu wisata untuk memastikan mereka mematuhi seluruh ketentuan keselamatan dan tidak mengizinkan wisatawan mendekati zona berbahaya.
Tragedi Gunung Dukono Jadi Pelajaran Penting
Kementerian Pariwisata menilai peristiwa yang terjadi di Gunung Dukono merupakan tragedi besar bagi sektor pariwisata nasional.
“Ini adalah tragedi besar bagi dunia pariwisata kita. Kami sangat menyayangkan terjadinya pelanggaran zona bahaya,” ungkap kementerian.
“Kami berharap kejadian ini menjadi pelajaran pahit yang terakhir bagi seluruh pelaku wisata,” lanjutnya.
Kementerian sepakat dengan pandangan Ikatan Ahli Bencana Indonesia (IABI) yang menilai tindakan menerobos zona berbahaya di sekitar gunung api aktif merupakan tindakan berisiko tinggi dan dapat berakibat fatal.
Berdasarkan laporan terkini, seluruh pendaki dan wisatawan yang terdampak erupsi Gunung Dukono telah ditemukan.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 17 pendaki berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat, sementara tiga orang ditemukan meninggal dunia yang terdiri atas satu warga negara Indonesia dan dua warga negara Singapura.
Kementerian Pariwisata turut menyampaikan apresiasi kepada tim evakuasi serta belasungkawa kepada keluarga para korban.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





