HOME  ⁄  Nasional

Pemkab Banyuasin Bentuk Tim Gabungan Karhutla 2026 untuk Antisipasi Musim Kemarau Ekstrem

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Pemkab Banyuasin Bentuk Tim Gabungan Karhutla 2026 untuk Antisipasi Musim Kemarau Ekstrem
Foto: Persiapan antisipasi karhutla di wilayah Sumsel (sumber: ANTARA/Yudi Abdullah)

Pantau - Pemerintah Kabupaten Banyuasin membentuk tim pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tahun 2026 guna menghadapi potensi kebakaran pada musim kemarau di Sumatera Selatan.

Tim tersebut melibatkan unsur TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, relawan siaga bencana, serta masyarakat yang akan menjalankan operasi pencegahan dan penanggulangan karhutla di wilayah rawan.

Wakil Bupati Banyuasin Netta Indian menyampaikan bahwa "Tim tersebut bersinergi meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana akibat kebakaran hutan, kebun, dan lahan pada musim kemarau tahun ini," ungkapnya.

Kesiapan Peralatan dan Personel

Pemerintah daerah menyiapkan berbagai peralatan pendukung operasi mulai dari mobil tangki air, mobil pengangkut personel, mobil inafis, barakuda, ambulans, mobil pemadam kebakaran, hingga mobil dapur umum.

Selain itu, puluhan kendaraan roda dua yang dilengkapi mesin pompa turut disiagakan untuk menjangkau lokasi sulit.

Jenis pompa yang digunakan meliputi pompa apung dan pompa jinjing yang didukung perlengkapan tambahan seperti selang, penyambung, nozzle, penampung air, serta alat pemadam manual lainnya.

Antisipasi Kemarau Kering akibat El Nino

Kepala Pelaksana BPBD Sumatera Selatan M Iqbal Alisyabana menyatakan kesiapsiagaan ditingkatkan menghadapi musim kemarau 2026 yang diprediksi lebih kering akibat pengaruh El Nino.

BPBD juga meningkatkan kesiapan personel serta mengajukan permintaan dukungan 10 unit helikopter kepada BNPB untuk menjangkau wilayah rawan yang sulit diakses dari darat.

Berdasarkan data, terdapat 12 kabupaten dan kota di Sumatera Selatan yang tergolong rawan karhutla, termasuk Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, Banyuasin, Musi Banyuasin, dan Muara Enim.

Wilayah lainnya meliputi Penukal Abab Lematang Ilir, Lahat, Ogan Komering Ulu, OKU Timur, OKU Selatan, Musi Rawas, dan Musi Rawas Utara yang menjadi prioritas penanganan.

M Iqbal Alisyabana menegaskan dasar penetapan wilayah rawan tersebut dengan menyatakan "Kemudian Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (Pali), Lahat, Ogan Komering Ulu (OKU), OKU Timur, OKU Selatan, Musi Rawas, dan Musi Rawas Utara," kata Iqbal.

Penulis :
Arian Mesa
Dxi 2026

Terpopuler