HOME  ⁄  Ekonomi

Kemenhut Usulkan Tambahan Anggaran Rp6,23 Triliun untuk Antisipasi El Nino dan Perkuat Pengelolaan Hutan

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Kemenhut Usulkan Tambahan Anggaran Rp6,23 Triliun untuk Antisipasi El Nino dan Perkuat Pengelolaan Hutan
Foto: (Sumber : Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki (pertama kanan) memberikan pemaparan rencana kerja dan pagu anggaran TA 2027 dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI di Jakarta, Kamis (11/6/2026). ANTARA/M Riezko Bima Elko Prasetyo..)

Pantau - Kementerian Kehutanan mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp6,23 triliun pada tahun anggaran 2027 untuk mendukung pengelolaan hutan lestari, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta kesiapan menghadapi siklus El Nino yang diperkirakan terjadi pada 2027.

Fokus Pencegahan Karhutla dan Penguatan Polisi Kehutanan

Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki menjelaskan usulan tersebut disampaikan dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI di Jakarta pada Kamis.

“Usulan tambahan anggaran tersebut akan memprioritaskan pada beberapa hal utama, salah satunya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan yang digunakan untuk peremajaan sarana prasarana, patroli bersama Masyarakat Peduli Api, dan operasi modifikasi cuaca untuk mengantisipasi prediksi siklus El Nino empat tahunan pada 2027,” ungkap Rohmat.

Ia menambahkan anggaran juga akan digunakan untuk memperkuat kelembagaan daerah melalui operasional 35 satuan kerja pusat pengembangan ekosistem hutan serta mendukung rekrutmen dan gaji bagi 21.000 personel tambahan Polisi Kehutanan yang saat ini masih dalam tahap finalisasi pembahasan bersama Kementerian PAN-RB.

Dukung Masyarakat dan Pengawasan Kawasan Hutan

Selain penanganan kebakaran hutan, Kementerian Kehutanan mengalokasikan tambahan anggaran untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan hutan melalui bantuan alat ekonomi produktif berbasis masyarakat.

Penguatan tata kelola kawasan juga direncanakan melalui pengadaan alat pemantau udara berteknologi tinggi dan pesawat ringan untuk meningkatkan pengawasan aktivitas serta tutupan lahan secara berkala.

Kementerian juga mengajukan dana tambahan bagi pengelolaan Taman Nasional Way Kambas dan Tesson Nilo, peningkatan sarana wisata alam, serta percepatan penetapan hutan adat yang ditargetkan mencapai 1,4 juta hektare hingga 2029.

Penulis :
Aditya Yohan